Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » MBG & Koperasi Merah Putih: Masih Bisakah Masyarakat Berharap kepada LKPP? (Bagian II)

MBG & Koperasi Merah Putih: Masih Bisakah Masyarakat Berharap kepada LKPP? (Bagian II)

  • account_circle Hanafiah
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 557
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dengan kata lain, kontrak merupakan instrumen utama yang digunakan hukum untuk melekatkan tanggung jawab kepada setiap pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi.

Padahal dalam sistem jasa konstruksi, kontrak bukan sekadar alat administrasi. Kontrak adalah instrumen yang menentukan siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban apabila terjadi keterlambatan pekerjaan, pembengkakan biaya, cacat konstruksi, kecelakaan kerja, maupun kegagalan bangunan. Ketika keberadaan kontrak perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan tidak dapat dikenali secara jelas, maka yang menjadi kabur bukan hanya hubungan hukum para pihak, melainkan keseluruhan rantai pertanggungjawaban yang diwajibkan oleh undang-undang.

Di sinilah pertanyaan yang paling mendasar muncul.

Apabila pembangunan gerai, pergudangan, dan fasilitas fisik Program Koperasi Merah Putih merupakan pekerjaan konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Jasa Konstruksi, maka di manakah kontrak jasa perencanaan konstruksi, kontrak jasa pelaksanaan konstruksi, dan kontrak jasa pengawasan konstruksi yang menjadi fondasi hubungan hukum tersebut?

Publik tidak pernah memperoleh penjelasan yang terang mengenai siapa perencana konstruksinya, siapa pelaksana konstruksinya, siapa pengawas konstruksinya, bagaimana hubungan hukum para pihak dibangun, dan melalui instrumen kontraktual apa pertanggungjawaban tersebut dilekatkan.

Padahal dalam rezim jasa konstruksi, pelaksana konstruksi tidak bekerja sendirian. Pelaksana konstruksi selalu berada dalam sistem yang diawali oleh perencanaan dan dikendalikan melalui pengawasan. Tanpa perencana konstruksi, tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas rancangan teknis pekerjaan. Tanpa pengawas konstruksi, tidak ada pihak yang secara profesional memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi, mutu, dan standar keselamatan yang diwajibkan oleh undang-undang.

Hanafiah

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 5 Agustus 2023 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Aceh. Email : hanafiah@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Punduh Pedada: Pencegahan Dan Penurunan Stunting Adalah Tugas Kita Semua

    Camat Punduh Pedada: Pencegahan Dan Penurunan Stunting Adalah Tugas Kita Semua

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Adi Sundari
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Punduh Pedada, Pesawaran — Pemerintah Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Lampung menggelar kegiatan Rembug Stunting dalam rangka Pencegahan dan Penurunan Stunting di Desa Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Punduh Pedada dan dihadiri secara luas oleh para pemangku kepentingan dari seluruh wilayah. Camat Punduh Pedada, Bapak Usep Abdus Somad, dalam […]

  • Lapak Rongsokan di Cengkareng Timur Diamuk Si Jago Merah, Asap Hitam Pekat Gegerkan Warga Saat Subuh

    Lapak Rongsokan di Cengkareng Timur Diamuk Si Jago Merah, Asap Hitam Pekat Gegerkan Warga Saat Subuh

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Jalan Darussalam, RT 14/RW 06, Cengkareng Timur (Kawasan Rawa Kedaung), Jakarta Barat, pada Selasa pagi (14/7/2026). Lapak rongsokan dan tumpukan sampah di lokasi tersebut ludes dilalap si jago merah hingga sempat memicu kepanikan warga sekitar akibat kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi saat […]

  • Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Perkenalkan Konsep “Perang Fondasi”, Energi, Data, dan Persepsi Disebut Jadi Penentu Konflik Abad ke-21

    Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Perkenalkan Konsep “Perang Fondasi”, Energi, Data, dan Persepsi Disebut Jadi Penentu Konflik Abad ke-21

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Implikasi Strategis Menurut Hutagaol, perubahan pola konflik ini menunjukkan bahwa kekuatan militer bukan lagi satu-satunya faktor penentu kemenangan. Konflik modern semakin bersifat senyap, sistemik, dan berlapis. Negara dapat mengalami pelemahan tanpa invasi, pendudukan wilayah, maupun penghancuran fisik. “Kemenangan ditentukan oleh siapa yang mengendalikan fondasi,” tegasnya. Ia menambahkan, memahami Perang Fondasi berarti memahami bagaimana arah suatu […]

  • Kolaborasi untuk Negeri, UBP Saguling Raih Apresiasi dalam Forum Sinergitas CSR Jawa Barat photo_camera 4

    Kolaborasi untuk Negeri, UBP Saguling Raih Apresiasi dalam Forum Sinergitas CSR Jawa Barat

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung – PT PLN Indonesia Power UBP Saguling kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Apresiasi Sinergitas Perusahaan terhadap Pembangunan Daerah melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Soehoed Warnaen […]

  • Kaperwil Hanafiah Desak APH Usut 3 Kasus Besar di Aceh: Jembatan Balohan, Disdik Dayah, dan BPKS Sabang photo_camera 5

    Kaperwil Hanafiah Desak APH Usut 3 Kasus Besar di Aceh: Jembatan Balohan, Disdik Dayah, dan BPKS Sabang

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 201
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Banda Aceh – Kaperwil Media Suara Mabes Aceh wilayah Aceh, Hanafiah, kembali menyoroti lambatnya penanganan sejumlah kasus besar di Provinsi Aceh. Ia menyebut ada 3 proyek yang hingga saat ini belum terlihat ada proses hukum yang jelas. Ketiga kasus yang disorot Hanafiah yaitu: 1. Kasus Jembatan Pelabuhan Balohan KOTA SABANG, 2. Kasus Dinas […]

  • Imperium Kekuasaan Global: MJP Hutagaol Soroti Energi, Teknologi, dan Kemandirian Strategis Indonesia

    Imperium Kekuasaan Global: MJP Hutagaol Soroti Energi, Teknologi, dan Kemandirian Strategis Indonesia

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kemandirian Strategis sebagai Arah Pembangunan MJP Hutagaol menegaskan bahwa kemandirian strategis bukan berarti menutup diri dari kerja sama internasional. Kemandirian justru berarti memiliki kapasitas untuk memilih mitra, bernegosiasi, mengelola risiko, dan menentukan kebijakan berdasarkan kepentingan nasional. Dalam penutup tulisannya, ia menekankan bahwa tantangan Indonesia bukan sekadar memiliki sumber daya alam yang melimpah atau mengikuti perkembangan […]

expand_less