Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » MBG & Koperasi Merah Putih: Masih Bisakah Masyarakat Berharap kepada LKPP? (Bagian II)

MBG & Koperasi Merah Putih: Masih Bisakah Masyarakat Berharap kepada LKPP? (Bagian II)

  • account_circle Hanafiah
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 561
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENUTUP

Pada akhirnya, perdebatan mengenai MBG dan Koperasi Merah Putih bukanlah perdebatan mengenai tujuan program. Tidak ada yang mempersoalkan pentingnya pemenuhan gizi masyarakat maupun kebutuhan untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi. Keduanya merupakan tujuan yang sah, penting, dan patut didukung sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Namun negara hukum tidak diukur dari kemuliaan tujuannya. Negara hukum diukur dari kesediaannya untuk tunduk pada hukum yang dibuatnya sendiri.

Selama hampir dua dekade, LKPP bersama seluruh pemangku kepentingan telah membangun sistem pengadaan nasional yang menuntut transparansi, akuntabilitas, persaingan yang sehat, kepastian hukum, serta kejelasan pertanggungjawaban dalam setiap penggunaan uang negara. Sistem tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia lahir dari proses panjang reformasi tata kelola yang bertujuan memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat digunakan secara benar, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, ketika berbagai program strategis nasional justru menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasan konstruksi pengadaan maupun jasa konstruksinya, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar keberhasilan satu atau dua program pemerintah. Yang dipertaruhkan adalah konsistensi negara terhadap sistem hukum yang selama ini dibangunnya sendiri.

Dalam konteks inilah pertanyaan mengenai posisi LKPP menjadi relevan. Bukan karena LKPP merupakan pelaksana MBG atau Koperasi Merah Putih, melainkan karena LKPP adalah institusi yang selama ini dipercaya untuk menjaga arsitektur tata kelola pengadaan nasional. Ketika publik mulai kesulitan mengenali di mana letak swakelola, di mana letak penyedia, di mana letak pekerjaan konstruksi, di mana letak perencana, pelaksana, dan pengawas konstruksi, serta di mana letak sistem pertanggungjawaban yang seharusnya berlaku, maka publik berhak meminta penjelasan yang terang.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menghambat pembangunan. Sebaliknya, tulisan ini lahir dari keyakinan bahwa pembangunan yang kuat hanya dapat berdiri di atas fondasi hukum yang kuat. Program yang baik akan menjadi lebih baik apabila dijalankan melalui tata kelola yang baik. Sebaliknya, program yang paling mulia sekalipun akan menyisakan persoalan apabila dijalankan melalui konstruksi hukum yang tidak jelas.

Sebagai bagian dari masyarakat yang selama ini dididik untuk tunduk pada hukum pengadaan dan jasa konstruksi, publik berhak berharap agar standar yang sama berlaku bagi semua pihak, termasuk negara itu sendiri. Sebab keadilan tidak lahir dari perlakuan yang berbeda, melainkan dari konsistensi dalam menerapkan aturan yang sama kepada setiap orang, setiap badan usaha, setiap institusi, dan setiap penyelenggara negara.

Pada titik inilah substansi persoalan yang sesungguhnya muncul. MBG dan Koperasi Merah Putih hanyalah dua contoh yang memperlihatkan bagaimana program strategis negara dapat menimbulkan pertanyaan mengenai batas antara kebijakan, pengadaan, dan tata kelola. Persoalan yang lebih besar sesungguhnya adalah apakah sistem yang selama ini diwajibkan kepada masyarakat masih berlaku secara universal ketika negara menjalankan program-programnya sendiri.

Sebab pada akhirnya, kepercayaan publik terhadap tata kelola tidak dibangun oleh banyaknya regulasi yang diterbitkan, melainkan oleh konsistensi dalam menerapkannya. Dan konsistensi itulah yang selama ini menjadi fondasi kepercayaan masyarakat kepada LKPP.

Karena itu, jawaban atas berbagai pertanyaan yang muncul dalam pelaksanaan MBG dan Koperasi Merah Putih tidak hanya penting bagi keberhasilan kedua program tersebut. Jawaban itu akan menentukan apakah masyarakat masih dapat meyakini bahwa prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, kepastian hukum, dan tata kelola yang selama ini diajarkan kepada mereka tetap berlaku tanpa pengecualian.

Atau justru masyarakat sedang menyaksikan lahirnya standar yang berbeda antara aturan yang berlaku bagi rakyat dan aturan yang berlaku bagi negara.

Hanafiah

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 5 Agustus 2023 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Aceh. Email : hanafiah@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laskar Merah Putih  Beltim : Pemkab Beltim Dan DPRD Beltim Harus Peka Terhadap Persoalan Harga Timah Yang Mencekik Ekonomi Masyarakat

    Laskar Merah Putih Beltim : Pemkab Beltim Dan DPRD Beltim Harus Peka Terhadap Persoalan Harga Timah Yang Mencekik Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Edi Purnama
    • visibility 269
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Beltim – Laskar Merah Putih Belitung Timur (LMP Beltim) mendesak Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan DPRD Beltim segera mengambil langkah konkret menyikapi anjloknya harga timah di tingkat penambang rakyat. Menurut LMP Beltim, kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan karena putaran ekonomi masyarakat Beltim bergantung pada sektor tambang timah rakyat.Kami LMP Beltim mendukung LMP Propinsi […]

  • Warga Perumahan Bali Indah Gelar Rapat Bahas Kinerja dan Gagasan Ketua RT 05 Terpilih

    Warga Perumahan Bali Indah Gelar Rapat Bahas Kinerja dan Gagasan Ketua RT 05 Terpilih

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tarumajaya, Bekasi — Warga Perumahan Bali Indah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, menggelar rapat bersama untuk membahas kinerja serta gagasan Ketua RT 05 terpilih. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua RW 020, Muhammad Ilyas, serta sejumlah tokoh masyarakat di lingkungan RT 05. Rapat ini menjadi salah satu wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, […]

  • KRI Golok-688 Dukung Naval Base Open Day 2026 di Kodaeral VI Makassar

    KRI Golok-688 Dukung Naval Base Open Day 2026 di Kodaeral VI Makassar

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Kifli Polapa
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Makassar — Dalam rangka mendukung rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) ke-1, KRI Golok-688 yang merupakan unsur Bawah Kendali Operasi (BKO) Guskamla Koarmada II turut ambil bagian dalam kegiatan Naval Base Open Day (NBOD) 2026 yang digelar di Markas Komando Kodaeral VI, Makassar, Minggu (9/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, […]

  • TTI Desak KPK Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Dana Pokir Tahun Anggaran 2025

    TTI Desak KPK Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Dana Pokir Tahun Anggaran 2025

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Banda Aceh – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana pokok pikiran (pokir) dewan Tahun Anggaran 2025 di Aceh. Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menyebut dugaan penyimpangan tersebut mencakup paket bantuan dan proyek fisik yang diduga tidak sesuai spesifikasi, volume, hingga kualitas […]

  • Penuhi Undangan International Meeting WRC di Malaysia, Ketum PRSI : Tingkatkan Investasi Industri Robotik di Indonesia

    Penuhi Undangan International Meeting WRC di Malaysia, Ketum PRSI : Tingkatkan Investasi Industri Robotik di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Ichsan
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Malaysia – Ketua umum Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) Wahyu Hidayat memenuhi undangan dari organisasi robotik dunia yakni World Robotic Center (WRC) di Malaysia, dalam pertemuan itu hadir juga perwakilan pengurus WRC dari negara Brunei darussalam dan Singapore. Rabu ( 20/11/2024) World Robotic Center sendiri adalah Organisasi di bidang robotik yang punya tujuan […]

  • Gudang PT Surya Pasifik di Cengkareng Terbakar, 12 Unit Damkar Dikerahkan

    Gudang PT Surya Pasifik di Cengkareng Terbakar, 12 Unit Damkar Dikerahkan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Kebakaran melanda sebuah gudang milik PT Surya Pasifik yang berlokasi di Jalan Peternakan Raya, RT 05/RW 01, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (18/5/2026) siang. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.23 WIB. Setelah menerima laporan, petugas Pemadam Kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Sebanyak 12 unit mobil […]

expand_less