Raden Wijaya 1293: Strategi Memanfaatkan Kekuatan Lawan Tanpa Kehilangan Tujuan Sendiri
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Relevansi bagi Kepentingan Strategis Indonesia
Menurut Hutagaol, pengalaman sejarah tersebut relevan sebagai bahan refleksi bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika hubungan internasional.
Kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, dan pertahanan dapat memberikan manfaat, tetapi juga perlu mempertimbangkan potensi ketergantungan serta kepentingan strategis masing-masing pihak.
Indonesia perlu memastikan bahwa setiap kemitraan tetap mendukung kepentingan nasional, memperkuat kemampuan mandiri, dan menjaga kebebasan dalam mengambil keputusan.
Meski demikian, situasi politik Jawa tahun 1293 tidak dapat disamakan secara langsung dengan hubungan internasional modern. Perbedaan sistem politik, teknologi, dan lingkungan geopolitik perlu menjadi pertimbangan dalam menarik pelajaran sejarah.
Melalui seri Strategi Perang Nusantara, Brigjen (Purn) MJP Hutagaol mendorong penggalian sejarah secara kritis dengan membedakan fakta, interpretasi, dan analisis strategis.
Pada Seri 4, pembahasan akan dilanjutkan dengan mengkaji hubungan pengalaman strategi Nusantara dan pemikiran Sun Tzu, khususnya mengenai keadaan, momentum, informasi, serta tujuan strategis.
Sejarah bukan sekadar untuk dikenang, melainkan untuk dipelajari dan dijadikan bahan membangun kemampuan berpikir strategis bagi masa depan bangsa.
Sumber: Brigjen (Purn) MJP Hutagaol, “Strategi Perang Nusantara Seri 3: Raden Wijaya 1293”, Jakarta, 28 Oktober 2026.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar