Raden Wijaya 1293: Strategi Memanfaatkan Kekuatan Lawan Tanpa Kehilangan Tujuan Sendiri
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Aliansi Tidak Selalu Berarti Kesamaan Kepentingan
Hutagaol menyoroti kerja sama Raden Wijaya dengan pasukan Mongol sebagai pelajaran mengenai perbedaan antara kepentingan jangka pendek dan tujuan politik jangka panjang.
Kesamaan sasaran dalam suatu situasi tidak otomatis berarti seluruh kepentingan para pihak berjalan searah. Karena itu, kemampuan memahami tujuan mitra kerja sama dan menjaga kemandirian dalam mengambil keputusan menjadi aspek penting dalam analisis strategi.
Perubahan hubungan setelah kekalahan Jayakatwang juga memperlihatkan pentingnya membaca momentum dan menyesuaikan langkah berdasarkan perkembangan keadaan.
Lima Dimensi Strategi Raden Wijaya
Dalam kajiannya, Hutagaol mengembangkan lima dimensi analisis strategis dari pengalaman Raden Wijaya, yaitu:
- Membaca keadaan dan memahami kepentingan setiap pihak.
- Menetapkan tujuan dengan membedakan sasaran jangka pendek dan jangka panjang.
- Mengelola aliansi tanpa mengabaikan kepentingan sendiri.
- Menentukan urutan sasaran dan momentum pengambilan keputusan.
- Menjaga kemandirian dalam menentukan arah kebijakan.
Kelima dimensi tersebut merupakan kerangka analisis yang dikembangkan penulis berdasarkan pembacaan sejarah, bukan teori formal yang secara langsung tercatat sebagai ajaran Raden Wijaya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar