Mengupas Hikmah Abadi dari Kisah Nabi Yusuf AS Bersama Ustadz Khalid Basalamah di Masjid Nurul Iman Blok M Square Lt.7 Jaksel
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- visibility 143
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Kisah Nabi Yusuf AS merupakan salah satu kisah paling lengkap yang Allah SWT abadikan dalam Al-Qur’an. Tidak hanya menceritakan perjalanan hidup seorang nabi sejak masa kanak-kanak hingga akhir hayatnya, tetapi juga menyajikan berbagai pelajaran hidup yang relevan sepanjang zaman.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam kajian ba’dah Dzuhur yang digelar di Masjid Nurul Iman, Blok M Plaza, Jakarta, Sabtu (13/06/2026). Kajian yang dihadiri jamaah dari berbagai wilayah tersebut mengangkat tema besar tentang hikmah dan pelajaran yang terkandung dalam Surat Yusuf.
Dalam pemaparannya, Ustadz Khalid menjelaskan bahwa Surat Yusuf merupakan satu-satunya surat dalam Al-Qur’an yang mengisahkan perjalanan hidup seorang nabi secara utuh dan runtut. Mulai dari masa kecil Nabi Yusuf AS, ujian yang beliau hadapi dari saudara-saudaranya, kehidupan di istana Mesir, fitnah yang menjerumuskannya ke dalam penjara, hingga akhirnya dipercaya mengelola perbendaharaan negara dan menjadi pemimpin yang bijaksana.
“Surat Yusuf bukan sekadar kisah sejarah, tetapi merupakan cermin kehidupan manusia yang akan terus relevan hingga akhir zaman,” ujar Ustadz Khalid.
Menurut beliau, begitu banyak hikmah yang dapat dipetik dari kisah Nabi Yusuf AS. Mulai dari persoalan iri hati dan dengki yang muncul di antara saudara kandung, godaan ketampanan dan kecantikan, ujian nafsu syahwat, fitnah, kesabaran menghadapi penderitaan, hingga pentingnya menjaga integritas dalam memegang amanah.
Tidak hanya itu, Surat Yusuf juga mengajarkan tentang tafsir mimpi, pengelolaan ekonomi negara, tata kelola pemerintahan yang baik, pentingnya perencanaan keuangan dalam menghadapi krisis, hingga dakwah tauhid di tengah masyarakat yang masih terjerumus dalam kemusyrikan dan penyembahan berhala.
Ustadz Khalid Basalamah juga menjelaskan latar belakang turunnya Surat Yusuf kepada Rasulullah SAW. Pada masa itu, kaum kafir Quraisy dikenal sebagai masyarakat yang pandai bersyair dan bercerita. Mereka menyindir Rasulullah SAW dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an tidak memiliki kisah yang lengkap, melainkan hanya potongan-potongan peristiwa yang terpisah.
Sebagai jawaban atas sindiran tersebut, Allah SWT kemudian menurunkan Surat Yusuf yang berisi kisah utuh dan sempurna, sekaligus menjadi bukti bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Ilahi yang mengandung petunjuk, hikmah, dan pelajaran bagi seluruh umat manusia.
Melalui kajian ini, jamaah diajak untuk tidak hanya menikmati indahnya alur cerita Nabi Yusuf AS, tetapi juga mengambil pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, berbagai persoalan yang dihadapi manusia modern saat ini sejatinya telah Allah gambarkan dalam kisah Nabi Yusuf AS, mulai dari masalah keluarga, jabatan, kekayaan, cinta, fitnah, hingga kepemimpinan.
Surat Yusuf menjadi bukti bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab suci untuk dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang mampu menjawab berbagai persoalan manusia sepanjang masa.
Liputan: Hapzon Effendi
Redaksi Media Suara Mabes
Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar