Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Masyarakat Menunggu Kinerja Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Ketapang untuk Menyelesaikan Masalah Konflik Lahan

Masyarakat Menunggu Kinerja Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Ketapang untuk Menyelesaikan Masalah Konflik Lahan

  • account_circle Sukarto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Ketapang – Hingga akhir Oktober 2026, masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Pelanjau Jaya, Desa Suka Karya, dan khususnya Desa Teluk Bayur, masih menunggu kepastian penyelesaian konflik lahan yang selama ini menjadi persoalan di tengah masyarakat. Mereka juga mempertanyakan sejauh mana langkah dan kinerja Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Ketapang dalam menindaklanjuti persoalan tersebut.

Padahal, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPR RI pada 20 Juli 2026 lalu, telah disampaikan desakan agar dilakukan penertiban terhadap lahan-lahan yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) maupun di luar Izin Usaha Perkebunan (IUP), serta proses penyelesaian dan penataan lahan di dalam HGU secara clean and clear.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah perwakilan masyarakat, hingga saat ini belum ada komunikasi maupun pemberitahuan yang jelas dari pihak GTRA Kabupaten Ketapang terkait tindak lanjut dan tahapan penyelesaian persoalan lahan mereka.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah. Bahkan, kuasa hukum masyarakat telah melayangkan surat kepada Ketua GTRA Kabupaten Ketapang yang juga dijabat oleh Bupati Ketapang sekitar tiga minggu lalu. Karena belum mendapatkan tindak lanjut sebagaimana yang diharapkan, pihak kuasa hukum berencana kembali melayangkan surat kedua.

Salah seorang perwakilan pemilik alas hak mengungkapkan bahwa setelah RDPU di Komisi II DPR RI, mereka sempat bertemu langsung dengan Bupati Ketapang di kediaman pribadinya. Dalam pertemuan tersebut, menurut keterangannya, Bupati sempat menawarkan skema penyelesaian dengan persentase 50:50.

Namun, tawaran tersebut belum mendapatkan jawaban dari masyarakat karena dinilai belum mencerminkan penyelesaian yang wajar terhadap persoalan dan hak atas lahan yang mereka perjuangkan.

Perwakilan masyarakat lainnya bahkan mulai mempertanyakan arah dan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Mau seperti apa sebenarnya Bupati selaku Ketua GTRA menyelesaikan persoalan ini? Apakah kami harus seluruh masyarakat turun melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati atau bahkan ke rumah kediaman beliau, baru persoalan ini mendapatkan perhatian?” ungkapnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, salah seorang pendamping masyarakat menjelaskan bahwa pada Jumat, 9 Oktober 2026, pihaknya telah berupaya menemui Bupati Ketapang di kediaman pribadinya. Mereka tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan harus menunggu hingga sekitar pukul 14.00 WIB sebelum akhirnya diarahkan ke Kantor Bupati Ketapang untuk bertemu dengan Asisten II.

Pertemuan dengan Asisten II tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 16.30 WIB. Meski telah menempuh berbagai upaya untuk menyampaikan persoalan masyarakat, pendamping tersebut mengaku masih menyimpan kekecewaan karena belum dapat bertemu langsung dengan Bupati.

“Kenapa Bupati kok susah sekali ditemui untuk urusan rakyat Ketapang?” ujarnya.

Persoalan konflik lahan ini bukan sekadar persoalan administrasi pertanahan, melainkan menyangkut kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, serta tanggung jawab pemerintah dalam memastikan penyelesaian konflik agraria berjalan secara transparan dan berkeadilan.

Masyarakat tentu berharap GTRA Kabupaten Ketapang tidak hanya sebatas dibentuk secara kelembagaan, tetapi juga menunjukkan langkah nyata, termasuk membuka komunikasi dengan para pemilik alas hak, melakukan verifikasi lapangan, serta memberikan kejelasan mengenai tahapan dan target penyelesaian konflik.

Sebagai Ketua GTRA Kabupaten Ketapang, Bupati diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perkembangan penanganan persoalan tersebut, sehingga masyarakat tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian.

Sementara itu, pihak media akan tetap berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua GTRA Kabupaten Ketapang guna memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan konflik lahan di tiga desa tersebut, termasuk tindak lanjut atas desakan yang sebelumnya telah disampaikan dalam RDPU bersama Komisi II DPR RI.

Masyarakat kini tidak hanya menunggu janji penyelesaian, tetapi juga menantikan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas persoalan tanah yang mereka perjuangkan.

Sukarto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 1 Juni 2025 sebagai Wakil Kepala Biro (Wakabiro) Kab. Ketapang - Kalimantan Barat. Email : sukarto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabut Asap Tebal di Jambi: Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Pesawat Gagal Mendarat

    Kabut Asap Tebal di Jambi: Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Pesawat Gagal Mendarat

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 276
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jambi — Kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi pada Minggu (23/8/2026) pagi hingga siang mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Jarak pandang (visibility) di kawasan bandara dilaporkan turun drastis hingga hanya mencapai 1.000 meter. Kondisi tersebut menyebabkan dua penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta (CGK), menuju Jambi (DJB) terpaksa dialihkan […]

  • Jaga Api Tak Kembali Berkobar, Babinsa Bersama Tim Gabungan Perkuat Pendinginan Karhutla di Pangmilang

    Jaga Api Tak Kembali Berkobar, Babinsa Bersama Tim Gabungan Perkuat Pendinginan Karhutla di Pangmilang

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang – Kobaran api berhasil dikendalikan, namun ancaman bara di balik lahan gambut masih menjadi perhatian serius. Babinsa Koramil 02/Singkawang Selatan bersama Satgas BKO Yon TP 839/SA dan Masyarakat Peduli Api (MPA) kembali bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Jembatan 12, Jalan Arteri Bandara Singkawang, Kelurahan Pangmilang, […]

  • Koramil 1202-02/Singkawang Selatan Gerak Cepat Tangani Karhutla di Pangmilang

    Koramil 1202-02/Singkawang Selatan Gerak Cepat Tangani Karhutla di Pangmilang

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang — Personel Koramil 1202-02/Singkawang Selatan bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan pengecekan dan penanganan awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah terdeteksi adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Jumat (21/8/2026). Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Bandara Singkawang, tepatnya di sekitar Jembatan 12, RT 007/RW 002, […]

  • Usai Apel Pagi, Sipropam Polres Ketapang Gelar Gaktibplin untuk Tingkatkan Disiplin Personel photo_camera 2

    Usai Apel Pagi, Sipropam Polres Ketapang Gelar Gaktibplin untuk Tingkatkan Disiplin Personel

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Ketapang melaksanakan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh personel usai pelaksanaan apel pagi di halaman Mapolres Ketapang, Selasa (14/7/2026). Kegiatan Gaktibplin tersebut dipimpin oleh personel Sipropam Polres Ketapang sebagai bentuk pengawasan internal guna memastikan setiap anggota Polri senantiasa mematuhi ketentuan yang berlaku, […]

  • Kasat Binmas Wakili Kapolres Ketapang Hadiri Penutupan Lomba Pramuka HUT Gudep ke-42 dan KKP Tahun 2026 di SMP Negeri 3 Ketapang

    Kasat Binmas Wakili Kapolres Ketapang Hadiri Penutupan Lomba Pramuka HUT Gudep ke-42 dan KKP Tahun 2026 di SMP Negeri 3 Ketapang

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Mewakili Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR. Kasat Binmas Polres Ketapang IPTU AJP. Daulay menghadiri kegiatan penutupan perlombaan Pramuka dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Gudep ke-42 dan KKP Tahun 2026 yang digelar di SMP Negeri 3 Ketapang, Minggu (17/05/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti oleh para […]

  • Rahasia di Balik Asmaul Husna: Mengenal Allah Melalui 99 Nama-Nya yang Indah

    Rahasia di Balik Asmaul Husna: Mengenal Allah Melalui 99 Nama-Nya yang Indah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Asmaul Husna adalah 99 nama Allah SWT yang mengandung sifat-sifat kesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan-Nya. Bagi umat Islam, Asmaul Husna bukan sekadar untuk dihafal, tetapi juga untuk dipahami, direnungkan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman: “Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu.” […]

expand_less