Imperium Masa Depan: MJP Hutagaol Dorong Indonesia Perkuat Kemandirian Strategis
- account_circle Suwoto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Indonesia perlu memperkuat kemandirian strategis dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, energi, data, dan industri nasional agar tidak hanya menjadi penyedia sumber daya alam bagi kepentingan ekonomi global. Gagasan tersebut disampaikan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan bertajuk “Imperium Masa Depan: Dari Perebutan Kekuasaan Global Menuju Kemandirian Strategis Bangsa”, Seri 7 dari rangkaian pemikiran IMPERIUM.
Dalam tulisannya, Hutagaol menjelaskan bahwa persaingan global saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penguasaan wilayah dan kekuatan militer. Teknologi, energi, modal, mineral strategis, infrastruktur digital, data, serta kemampuan membentuk persepsi publik turut menjadi faktor penting dalam dinamika kekuasaan dunia.
Menurutnya, kekayaan alam, jumlah penduduk, dan posisi geografis Indonesia merupakan modal besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, kelembagaan yang kuat, dan kemampuan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Energi, Data, dan Persepsi sebagai Fondasi
Salah satu gagasan utama dalam Seri 7 adalah kerangka analisis Perang Fondasi: Energi–Data–Persepsi. Energi menopang industri dan infrastruktur teknologi, data mendukung pengambilan keputusan serta pengembangan kecerdasan buatan, sedangkan persepsi memengaruhi kepercayaan masyarakat dan pemahaman terhadap informasi.
Hutagaol menegaskan bahwa kerangka tersebut merupakan pendekatan analitis untuk membaca ketergantungan strategis, bukan indeks resmi ataupun teori tunggal yang menjelaskan seluruh dinamika global.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar