Imperium Masa Depan: MJP Hutagaol Dorong Indonesia Perkuat Kemandirian Strategis
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Delapan Agenda Strategis Indonesia
Untuk memperkuat kemampuan nasional, Seri 7 IMPERIUM menawarkan delapan agenda strategis, yaitu pembangunan sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, pendalaman industri nasional, ketahanan energi dan rantai pasok, pengembangan kemampuan digital, penguatan integritas kelembagaan, diplomasi berbasis pengetahuan, serta pemerataan manfaat pembangunan.
Agenda tersebut perlu dilengkapi sasaran terukur, penanggung jawab, jangka waktu, indikator keberhasilan, dan evaluasi agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata.
Selain itu, posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan perlu didukung konektivitas maritim, pelabuhan efisien, sistem logistik, industri maritim, serta perlindungan ekosistem pesisir.
Kemandirian Strategis Berorientasi pada Rakyat
Dalam dimensi kebangsaan, Pancasila ditempatkan sebagai landasan etis dalam penggunaan kekuasaan, pengembangan teknologi, dan pembangunan ekonomi. Kemajuan nasional perlu memperhatikan kemanusiaan, persatuan, keadilan sosial, transparansi, dan pertanggungjawaban kelembagaan.
Hutagaol menegaskan bahwa kemandirian strategis bukan berarti Indonesia harus menutup diri dari kerja sama internasional. Sebaliknya, Indonesia perlu memiliki kapasitas dan pilihan yang cukup agar kerja sama tidak menghilangkan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional.
Pada akhirnya, ukuran kemajuan bangsa bukanlah kemampuan menguasai negara lain, melainkan kemampuan mengubah sumber daya menjadi pengetahuan, teknologi, nilai tambah, dan kesejahteraan masyarakat.
Pemikiran Seri 7 IMPERIUM tersebut mengajak Indonesia mempersiapkan masa depan melalui penguatan kemampuan nasional, integritas, dan kebijakan strategis yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Catatan Redaksi: Naskah ini merupakan pengolahan jurnalistik atas tulisan pemikiran Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol, Seri 7 — IMPERIUM, bertanggal 26 Oktober 2026.
Sumber rujukan: International Energy Agency (IEA), Global Critical Minerals Outlook 2025; UNCTAD, Digital Economy Report 2024; dan United Nations, Pact for the Future (2024).
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar