Imperium Masa Depan: MJP Hutagaol Dorong Indonesia Perkuat Kemandirian Strategis
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hilirisasi Harus Meningkatkan Penguasaan Teknologi
Dalam sektor mineral strategis, Indonesia dinilai memiliki peluang memperkuat posisi dalam rantai pasok global, khususnya melalui pengembangan industri nikel dan hilirisasi.
Mengacu pada Global Critical Minerals Outlook 2025 yang diterbitkan International Energy Agency (IEA), konsentrasi pengolahan sejumlah mineral penting dunia masih terpusat pada sejumlah kecil negara.
Karena itu, hilirisasi perlu diikuti penguasaan teknologi pengolahan, penelitian, rekayasa industri, pembiayaan, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja. Keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah smelter atau nilai investasi, tetapi juga dari kemampuan industri nasional menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.
Aspek keselamatan kerja, kesehatan masyarakat, dan perlindungan lingkungan juga perlu menjadi bagian dari pembangunan industri.
AI dan Literasi Informasi Perlu Diperkuat
Hutagaol turut menyoroti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berpotensi meningkatkan produktivitas, penelitian, pendidikan, dan pelayanan publik. Namun, penggunaannya harus disertai verifikasi informasi, perlindungan data, pengawasan manusia, serta pertanggungjawaban yang jelas.
Di tengah arus informasi digital, masyarakat juga perlu membangun kebiasaan memeriksa sumber, membandingkan data, dan membedakan fakta, opini, serta dugaan. Menurutnya, upaya menghadapi disinformasi tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kritik yang sah karena kritik berbasis fakta merupakan bagian dari mekanisme koreksi demokrasi.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar