Kesal Jalan Rusak Bertahun-tahun, Swadaya 17 Agustus Dialihkan Jadi Infrastruktur
- account_circle Jaenaludin
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Garut – Kesal karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga Kampung Naska, RW 07, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mengambil langkah nyata. Seluruh dana swadaya yang semula dikumpulkan untuk perayaan Agustusan dialihkan untuk mengecor jalan desa sepanjang 250 meter.
Jalan tersebut sudah rusak parah selama bertahun-tahun. Padahal perbaikan jalan itu selalu diajukan dalam Musrenbang desa, namun tak pernah terealisasi.
Tokoh masyarakat Kampung Naska, Bapak Engkus, mengatakan keputusan itu diambil melalui kesepakatan warga bersama Ketua RW 07, Deni Maulana. Keduanya mengaku sudah jenuh dengan janji pembangunan.
“Awalnya uang itu dikumpulkan secara swadaya untuk menggelar acara dan perlombaan Agustusan. Namun melihat kondisi jalan yang kian memprihatinkan, kami sepakat mengalihkan dananya untuk mengecor jalan,” ujar Engkus di lokasi gotong royong, Rabu 10 September 2026.
Menurutnya, kebutuhan total anggaran diprediksi mencapai lebih dari Rp60 juta. Saat ini pengerjaan baru selesai sekitar 50% karena keterbatasan dana. Warga pun masih terus menggalang swadaya tambahan agar pengecoran bisa tuntas.
“Ini Demo Nyata, Tamparan Keras Pemerintah”
Aksi mandiri warga ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua PC 1011 GM FKPPI Kabupaten Garut, H. Cecep Kusniansah.
“Ini adalah bentuk kekesalan masyarakat karena sama sekali tidak ada perhatian dari pemerintah. Warga akhirnya melakukan aksi demo nyata dengan membangun jalan sendiri tanpa sepeser pun bantuan dari anggaran negara. Ini tamparan keras,” tegas Cecep.
Ia mengkritik manajemen anggaran pemerintah yang kerap berlindung pada alasan efisiensi.
“Harusnya pemerintah bisa memilah dan memilih mana pembangunan yang menjadi skala prioritas. Jangan selalu jadikan efisiensi anggaran sebagai alasan atas ketidakmampuan memperbaiki jalan desa. Jika anggaran desa terbatas, pemerintah desa seharusnya mendorong dan mengawal usulan ini secara agresif kepada Pemkab atau pemerintah di atasnya,” pungkasnya.
Cecep memastikan GM FKPPI Garut tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat pihaknya akan membawa persoalan ini ke Bupati Garut dan menggelar audiensi resmi dengan DPRD Kabupaten Garut serta SKPD terkait. Tujuannya mendesak percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Kertajaya.
Aksi warga Kampung Naska ini menjadi gambaran betapa mendesaknya perbaikan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan, sekaligus cermin kekecewaan masyarakat terhadap lambannya realisasi program pemerintah.
Jaenaludin
Wakabiro Garut
Jurnalis : Jaenaludin
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 Desember 2025 sebagai Wakil Kepala Biro (Wakabiro) Kab. Garut - Prov. Jawa Barat. Email : jaenaludin@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar