Khutbah Jumat di Masjid Al Ittihad Legenda Wisata Cibubur: Ustadz KH Abdul Ghofur, Lc. Ajak Jamaah Tingkatkan Ketakwaan dan Muhasabah Diri
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 261
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Cibubur – Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Al Ittihad, Legenda Wisata Cibubur, saat Ustadz KH Abdul Ghofur, Lc. menyampaikan khutbah yang sarat dengan pesan keimanan, ketakwaan, dan persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
Mengawali khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dalam setiap keadaan, baik saat memperoleh kelapangan maupun ketika menghadapi kesempitan hidup.
“Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan dan kesempitan. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang bertakwa,” ungkap beliau.
Dalam khutbahnya, Ustadz KH Abdul Ghofur, Lc. mengisahkan sebuah riwayat yang disampaikan oleh Sayyidah Aisyah RA mengenai kemuliaan salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yaitu Sa’ad bin Mu’adz RA. Beliau menjelaskan bahwa Sa’ad bin Mu’adz RA mengalami luka dalam Perang Khandaq dan kemudian wafat sebagai syahid.
Khatib menyampaikan bahwa ketika Rasulullah SAW menerima kabar wafatnya Sa’ad bin Mu’adz RA, Baginda Rasulullah SAW mengagungkan Allah SWT dengan mengucapkan takbir, tahmid, dan tahlil. Dalam riwayat yang dikisahkan oleh Sayyidah Aisyah RA tersebut juga disampaikan bahwa sebanyak 70.000 malaikat mengiringi jenazah Sa’ad bin Mu’adz RA, sebagai bentuk penghormatan atas keimanan, pengorbanan, dan keteguhannya dalam membela agama Allah SWT.
Lebih lanjut, khatib mengingatkan bahwa setiap manusia yang meninggal dunia akan memasuki alam kubur. Beliau menjelaskan bahwa himpitan kubur berbeda dengan siksa kubur. Himpitan kubur merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang dialami manusia ketika memasuki alam barzakh, sedangkan siksa kubur merupakan azab yang diperuntukkan bagi orang-orang yang durhaka dan tidak bertaubat kepada Allah SWT.
Khatib melanjutkan kisah tentang kemuliaan Sa’ad bin Mu’adz RA dengan menyampaikan bahwa Rasulullah SAW mengabarkan Sa’ad bin Mu’adz RA tetap mengalami himpitan kubur sebagai bagian dari ketetapan Allah yang dialami manusia ketika memasuki alam barzakh, namun Rasulullah SAW kemudian memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kuburnya dilapangkan. Dengan izin dan rahmat Allah SWT, doa Rasulullah SAW tersebut dikabulkan sehingga kubur Sa’ad bin Mu’adz RA dilapangkan dan dianugerahi kenikmatan hingga menjadi sebuah taman di antara taman-taman surga.
Melalui kisah ini, khatib mengajak jamaah untuk mengambil pelajaran bahwa rahmat Allah SWT sangat luas dan doa orang-orang saleh, terlebih doa Rasulullah SAW, memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT, sekaligus menjadi pengingat bagi setiap muslim agar senantiasa memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, memperbanyak taubat, serta memohon kepada Allah SWT agar diberikan akhir kehidupan yang husnul khatimah dan memperoleh kemuliaan di alam kubur hingga kelak memasuki surga-Nya.
Dalam penjelasannya, Ustadz KH Abdul Ghofur, Lc. juga menyampaikan bahwa terdapat tiga golongan manusia yang memperoleh keutamaan sehingga dibebaskan dari siksa kubur, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW, yaitu:
1. Pemimpin yang berlaku adil.
2. Orang yang senantiasa mengumandangkan adzan dengan penuh keikhlasan.
3. Orang yang wafat pada hari Jumat atau malam Jumat.
Menjelang akhir khutbah, khatib mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak muhasabah atau introspeksi diri atas segala dosa dan kekhilafan yang pernah dilakukan.
“Melalui mimbar yang mulia ini, marilah kita mengoreksi diri. Sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat? Mari memperbanyak taubat, memperbaiki amal ibadah, dan memohon kepada Allah SWT agar dosa-dosa kita diampuni serta diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah,” pesan beliau.
Khutbah Jumat yang penuh hikmah tersebut mengajak setiap muslim untuk menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan yang kekal. Ketakwaan, keikhlasan dalam beribadah, amal saleh, serta senantiasa mengingat kematian menjadi bekal terbaik untuk meraih rahmat Allah SWT. Seluruh jamaah pun mengikuti rangkaian ibadah Shalat Jumat dengan penuh kekhusyukan seraya memohon agar Allah SWT memberikan ampunan, keberkahan, serta menjadikan akhir kehidupan mereka sebagai husnul khatimah dan memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
Jurnalis: Hapzon Effendi


Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar