SENSING — Negara Harus Mampu Mengindera Perubahan, Ketika Mengetahui Lebih Awal Menjadi Kekuatan Strategis
- account_circle Suwoto
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- visibility 360
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknologi Memperluas Jangkauan Penginderaan
Kemajuan teknologi memungkinkan perubahan yang terjadi dalam jarak yang sangat jauh untuk diamati dengan lebih cepat.
Satelit dapat membantu mengamati perubahan fisik, radar mendeteksi objek, sensor mengukur kondisi tertentu, sementara data perdagangan dapat memberikan gambaran mengenai pergerakan barang. Sistem digital dan sumber terbuka juga dapat membantu melihat perkembangan politik, ekonomi, dan sosial.
Sensing modern pada akhirnya menjadi kombinasi antara manusia, sensor, satelit, data digital, sumber terbuka, dan teknologi.
Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa banjir informasi.
Ketika AI Membantu Membaca Banjir Data
Dunia modern tidak hanya menghadapi persoalan kekurangan informasi, tetapi juga kelebihan informasi. Manusia memiliki keterbatasan dalam membaca dan menganalisis jutaan perubahan secara terus-menerus.
Dalam kondisi tersebut, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat membantu menemukan pola, membandingkan perubahan, mengelompokkan informasi, serta mengidentifikasi anomali yang berpotensi terlewatkan.
Meski demikian, AI tetap memiliki keterbatasan.
Data dapat keliru, sumber informasi dapat mengandung bias, informasi dapat dimanipulasi, dan algoritma dapat menghasilkan kesalahan.
Karena itu, kekuatan sensing modern bukan menempatkan manusia berhadapan dengan mesin, melainkan menggabungkan kecerdasan manusia dan kecerdasan mesin.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar