SENSING — Negara Harus Mampu Mengindera Perubahan, Ketika Mengetahui Lebih Awal Menjadi Kekuatan Strategis
- account_circle Suwoto
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- visibility 362
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Waktu Menjadi Kekuatan Strategis
Salah satu nilai terbesar dari kemampuan sensing adalah waktu.
Ancaman strategis pada umumnya tidak muncul begitu saja. Sebelum berkembang menjadi persoalan besar, sering kali terdapat perubahan, anomali, sinyal, dan pola yang mendahuluinya.
Persoalannya adalah apakah negara mampu menangkap gejala tersebut sebelum terlambat.
Negara yang terlambat mengindera akan kehilangan waktu. Sebaliknya, negara yang mampu menangkap perubahan lebih awal akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami situasi, menyiapkan pilihan, mengambil keputusan, dan bertindak.
Dengan demikian, sensing bukan sekadar kemampuan mengumpulkan informasi, tetapi juga kemampuan memperoleh waktu strategis.
Dari Melihat Menuju Memahami
MJP Hutagaol menekankan bahwa memiliki peta, mata, dan telinga belum tentu cukup. Seseorang dapat melihat banyak hal, tetapi tetap dapat keliru memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Karena itu, setelah negara mampu memetakan lingkungan dan menangkap perubahan, tahapan berikutnya adalah memahami makna dari perubahan tersebut.
Seri Memahami ESTOM #4 selanjutnya akan membahas “THINKING — Ketika Data Belum Menjadi Pengetahuan.”
Pembahasan tersebut akan mengarah pada pertanyaan yang lebih mendalam: mengapa sesuatu terjadi, apa artinya, dan apa yang mungkin terjadi berikutnya?
Pada tahap inilah kecerdasan manusia, pengalaman, intuisi strategis, analisis, simulasi, dan kecerdasan buatan dipertemukan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar