Sentinel Seri 5: Ketika Perang Berubah Dari Berhadapan Menjadi Mengetahui
- account_circle Suwoto
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 103
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Perkembangan teknologi penginderaan, pengolahan data, dan analisis informasi telah mengubah cara kekuatan militer memahami situasi di medan operasi. Dalam konteks peperangan modern, keberadaan lawan tidak selalu harus terlihat secara langsung untuk dapat dideteksi dan dianalisis.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan SENTINEL Seri 5 yang ditulis Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol di Jakarta, 23 September 2026, dengan tema “Musuh Tidak Perlu Terlihat: Ketika Perang Berubah dari Berhadapan Menjadi Mengetahui.”
Dalam perang konvensional, pengamatan terhadap lawan sangat bergantung pada kemampuan manusia untuk melihat, mengenali, dan menghadapi sasaran. Namun, perkembangan teknologi telah memperluas kemampuan tersebut melalui satelit, radar, sensor udara dan laut, data geografis, serta informasi meteorologi.
Kemampuan untuk mengumpulkan dan mengolah berbagai sumber informasi tersebut dikenal dalam terminologi pertahanan sebagai Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR). Dalam operasi gabungan, konsep tersebut juga dikenal sebagai Joint Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (JISR).
Melalui ISR dan JISR, informasi dari berbagai sensor dan sumber dapat dikumpulkan, dianalisis, kemudian dibagikan kepada pihak yang membutuhkan untuk membangun gambaran situasi atau situational awareness.
DARI SENSOR MENJADI GAMBARAN SITUASI
SENTINEL Seri 5 menggambarkan perubahan tersebut melalui alur sederhana:
Sensor → Data → Analisis → Gambaran Situasi → Keputusan.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kemampuan militer modern tidak hanya ditentukan oleh persenjataan, tetapi juga oleh kemampuan memperoleh informasi secara cepat, mengolahnya secara akurat, dan menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan.
Salah satu contoh teknologi penginderaan adalah Sentinel-1, misi satelit pengamatan Bumi yang menggunakan Synthetic Aperture Radar (SAR). Teknologi radar tersebut memungkinkan pengumpulan informasi permukaan Bumi tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi pencahayaan dan dapat digunakan ketika tutupan awan menghambat pengamatan optik.
Dengan demikian, kemampuan penginderaan dapat bekerja melampaui keterbatasan penglihatan manusia secara langsung.
KEKUATAN TERLETAK PADA PENGGABUNGAN DATA
Satu sensor pada dasarnya hanya memberikan sebagian informasi. Nilai yang lebih besar muncul ketika informasi dari berbagai sumber dapat dikorelasikan.
Satelit, radar, sensor udara, sensor laut, data geografis, data cuaca, serta informasi dari lapangan dapat menjadi bagian dari suatu gambaran situasi yang lebih luas.
Karena itu, tujuan penginderaan modern tidak berhenti pada menemukan suatu objek.
Yang lebih penting adalah memahami konteks dan hubungan antar-informasi sehingga suatu situasi dapat dianalisis secara lebih komprehensif.
Perubahan inilah yang dalam SENTINEL Seri 5 dirumuskan sebagai pergeseran dari “melihat” menjadi “mengetahui”, dan selanjutnya menggunakan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan kemampuan mengantisipasi perkembangan situasi.
DATA TETAP MEMERLUKAN VALIDASI MANUSIA
Meski teknologi semakin berkembang, data tidak otomatis identik dengan kebenaran.
Sensor dapat menghasilkan kesalahan. Pola dapat disalahartikan. Model analisis dapat menghasilkan prediksi yang tidak tepat. Karena itu, informasi tetap membutuhkan proses verifikasi, korelasi, analisis, dan validasi.
Dalam kerangka tersebut, teknologi bukan pengganti manusia.
Sensor menyediakan kemampuan penginderaan, data menjadi bahan analisis, komputer memberikan kecepatan pemrosesan, sementara kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat membantu mengidentifikasi pola dalam kumpulan data.
Namun, konteks dan keputusan tetap berada pada manusia.
PERANG MULTI-DOMAIN DAN KECEPATAN INFORMASI
SENTINEL Seri 5 juga mengaitkan perubahan tersebut dengan konsep multi-domain operations, yang mencakup darat, laut, udara, ruang angkasa, dan siber.
Kelima domain tersebut tidak lagi harus dipandang sebagai ruang operasi yang sepenuhnya terpisah. Perkembangan teknologi digital memungkinkan informasi dari berbagai domain saling terhubung dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.
Dalam perspektif tersebut, keunggulan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyerang lebih cepat, tetapi juga kemampuan memperoleh, memahami, dan memvalidasi informasi secara cepat.
Pada akhirnya, perubahan paradigma yang digambarkan dalam SENTINEL Seri 5 adalah pergeseran dari perang yang semata-mata berorientasi pada berhadapan dengan lawan menuju kemampuan memahami situasi secara menyeluruh.
Musuh tidak selalu harus terlihat secara langsung. Yang menjadi persoalan adalah apakah keberadaannya dapat dideteksi, informasinya dapat diverifikasi, polanya dapat dipahami, dan seluruh informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
SENTINEL, dalam gagasan Seri 5, bukan sekadar mata di langit. Ia menggambarkan perubahan cara manusia mengumpulkan informasi, memahami lingkungan, dan membangun gambaran situasi di tengah perkembangan teknologi peperangan modern.
Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 23 September 2026
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar