Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Pelabuhan: Simpul Peradaban, Gerbang Kemakmuran Bangsa

Pelabuhan: Simpul Peradaban, Gerbang Kemakmuran Bangsa

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 575
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BAB V

PEUREULAK DAN SAMUDERA PASAI: PELABUHAN, PERDAGANGAN, DAN DATANGNYA ISLAM KE NUSANTARA

Sejarah Nusantara memperlihatkan bahwa pelabuhan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi pintu masuk berbagai peradaban dunia. Melalui jalur laut, para pedagang membawa komoditas, sekaligus memperkenalkan agama, ilmu pengetahuan, bahasa, teknologi, dan kebudayaan kepada masyarakat pesisir Nusantara.

Dalam konteks perkembangan Islam di Indonesia, kawasan pesisir Aceh memiliki arti yang sangat penting. Letaknya yang menghadap langsung ke Samudra Hindia menjadikan wilayah ini sebagai persinggahan alami bagi kapal-kapal yang datang dari Jazirah Arab, Persia, India, maupun kawasan lain di Asia Selatan sebelum melanjutkan pelayaran ke Selat Malaka dan Asia Timur.

Dalam tradisi sejarah Aceh dan sejumlah kajian, Kesultanan Peureulak (Perlak) sering disebut sebagai salah satu kerajaan Islam paling awal di Nusantara. Terlepas dari masih adanya perbedaan pendapat mengenai beberapa aspek kronologi di kalangan sejarawan, tidak dapat disangkal bahwa kawasan Peureulak telah berkembang sebagai pelabuhan penting yang mempertemukan para saudagar dari berbagai bangsa. Melalui hubungan dagang yang berlangsung secara damai, Islam berkembang secara bertahap melalui interaksi ekonomi, pendidikan, perkawinan, dan aktivitas dakwah.

Perkembangan berikutnya ditandai dengan bangkitnya Samudera Pasai, yang kemudian menjadi salah satu kerajaan Islam terpenting di Asia Tenggara. Didukung oleh pelabuhan yang ramai dan posisi strategis di jalur perdagangan internasional, Samudera Pasai berkembang menjadi pusat perdagangan sekaligus pusat penyebaran Islam. Mata uang, tata niaga, serta hubungan diplomatik dengan berbagai negeri menunjukkan bahwa pelabuhan telah menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Musafir terkenal seperti Ibnu Battutah mencatat kemajuan Samudera Pasai serta kehidupan keagamaannya yang berkembang dengan baik. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa pelabuhan bukan hanya tempat bertemunya barang dagangan, tetapi juga ruang perjumpaan ilmu pengetahuan, pemikiran, dan peradaban.

Pengalaman Peureulak dan Samudera Pasai memberikan pelajaran penting bahwa jalur perdagangan yang aman dan terbuka mampu mempercepat pertukaran nilai-nilai antar manusia. Penyebaran Islam di Nusantara pada umumnya berlangsung melalui pendekatan perdagangan, keteladanan, pendidikan, dan hubungan sosial, sehingga pelabuhan menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai budaya tanpa harus menghilangkan identitas lokal.

Dari pelabuhan-pelabuhan di pesisir Aceh inilah kemudian lahir kekuatan maritim yang lebih besar, yaitu Kesultanan Aceh Darussalam. Dengan menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka, Aceh berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan, diplomasi, dan ilmu pengetahuan yang berpengaruh di kawasan Asia pada abad ke-16 dan ke-17.

Sejarah Peureulak dan Samudera Pasai mengajarkan bahwa pelabuhan tidak hanya menghubungkan daratan dengan lautan. Pelabuhan juga menghubungkan manusia dengan gagasan, perdagangan dengan kepercayaan, serta ekonomi dengan lahirnya peradaban baru yang memberi warna bagi perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Dua Kalimat Menjadi Sebuah Negara: Proklamasi, UUD 1945, dan Arsitektur Kelahiran Indonesia

    Dari Dua Kalimat Menjadi Sebuah Negara: Proklamasi, UUD 1945, dan Arsitektur Kelahiran Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 hanya terdiri atas dua kalimat pokok. Namun, dari teks yang singkat tersebut lahir sebuah momentum sejarah yang menandai berdirinya Indonesia sebagai bangsa yang menyatakan kemerdekaan dan menentukan nasibnya sendiri. Demikian gagasan yang disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisannya bertajuk “Dari Dua Kalimat […]

  • Olahraga Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Perkuat Sinergitas di Wilayah Kogartap II/Bandung

    Olahraga Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Perkuat Sinergitas di Wilayah Kogartap II/Bandung

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 254
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung | Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih.,S.E. M.M.,selaku Dankogartap II/Bandung menghadiri kegiatan Olahraga Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Wilayah Kogartap II/Bandung Semester I yang berlangsung di Lapangan Saraga ITB, Kota Bandung, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 571 peserta tersebut menjadi sarana mempererat sinergitas, soliditas, dan kebersamaan antarinstansi dalam mendukung stabilitas serta pembangunan di wilayah Jawa […]

  • ISQ dan Perang Fondasi: Membaca Perebutan Kendali di Era Digital dan Kecerdasan Buatan

    ISQ dan Perang Fondasi: Membaca Perebutan Kendali di Era Digital dan Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Konflik Iran–Amerika Serikat–Israel Hutagaol juga menilai konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel sebagai salah satu contoh nyata Perang Fondasi. Menurutnya, konflik tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga menyangkut: Perebutan pengaruh energi melalui jalur distribusi minyak dunia. Serangan dan pertahanan siber yang menargetkan infrastruktur strategis. Pertarungan narasi untuk membentuk persepsi global mengenai siapa […]

  • Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol: Nilai Leluhur Harus Menjadi Perilaku untuk Membangun Peradaban Indonesia

    Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol: Nilai Leluhur Harus Menjadi Perilaku untuk Membangun Peradaban Indonesia

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Indonesia dinilai tidak kekurangan nilai luhur, baik yang bersumber dari Pancasila, agama, maupun kearifan lokal yang diwariskan leluhur Nusantara. Tantangan terbesar bangsa saat ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan atau slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam perilaku sehari-hari dan kehidupan institusi. Pandangan tersebut disampaikan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam […]

  • Proyek SDN Pondok Ranji 01 Rp29,3 M Disorot: Diduga Halangi Wartawan dan Abaikan Standar K3

    Proyek SDN Pondok Ranji 01 Rp29,3 M Disorot: Diduga Halangi Wartawan dan Abaikan Standar K3

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tangerang Selatan — Pembangunan gedung SDN Pondok Ranji 01 di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, menuai sorotan publik. Proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut diduga tidak transparan, diwarnai dugaan penghalangan terhadap wartawan, serta menimbulkan pertanyaan terkait penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek. Insiden dugaan penghalangan terjadi saat awak […]

  • Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Dalam Acara HUT RI ke 81 di Istana Negara 17 Agustus 2026

    Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Dalam Acara HUT RI ke 81 di Istana Negara 17 Agustus 2026

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle M. Siringo Ringo
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Dari Monas Menuju Istana Merdeka, Kirab Bendera Pusaka Buka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Duplikat bendera Merah Putih kemudian dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat amanah membawa naskah teks Proklamasi. Dilansir dari (presidenri.go.id […]

expand_less