Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Ketika Pasar Bertemu Konstitusi: Membaca Prabowonomic Dalam Pergeseran Tatanan Ekonomi Global

Ketika Pasar Bertemu Konstitusi: Membaca Prabowonomic Dalam Pergeseran Tatanan Ekonomi Global

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 347
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol

MediaSuaraMabes | Jakarta – Pemberitaan sejumlah media internasional mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia telah memunculkan kembali perdebatan lama: apakah keberhasilan suatu bangsa hanya dapat diukur melalui persepsi pasar, arus modal, peringkat investasi, dan penilaian lembaga pemeringkat internasional? Pertanyaan ini penting karena menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yaitu paradigma apa yang digunakan untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu negara.

Dalam beberapa dekade terakhir, indikator pasar memang menjadi rujukan utama dalam menilai kesehatan ekonomi. Pertumbuhan produk domestik bruto, stabilitas nilai tukar, inflasi, investasi asing, peringkat utang, hingga pergerakan pasar modal merupakan ukuran yang memiliki nilai analitis dan tidak dapat diabaikan. Namun, pengalaman berbagai negara juga menunjukkan bahwa indikator tersebut belum sepenuhnya mampu menjelaskan kualitas pembangunan, ketahanan nasional, maupun kesejahteraan masyarakat secara utuh.

Sejarah memperlihatkan bahwa setiap negara membangun jalannya sendiri sesuai dengan sejarah, konstitusi, budaya, sumber daya, dan kepentingan strategisnya. Amerika Serikat mengembangkan ekonomi pasar dengan institusi yang kuat, tetapi tetap melakukan intervensi besar ketika menghadapi krisis keuangan 2008. Singapura membangun ekonomi yang sangat terbuka, namun negara tetap memegang kendali atas berbagai aset strategis. Korea Selatan mengawali industrialisasinya melalui kebijakan negara yang konsisten sebelum menjadi kekuatan manufaktur dunia. Tiongkok menunjukkan bahwa mekanisme pasar dapat berjalan berdampingan dengan perencanaan strategis negara. Tidak ada satu model yang berlaku universal bagi semua bangsa.

Indonesia pun memiliki fondasi yang berbeda. Para pendiri bangsa telah meletakkan arah pembangunan melalui Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Konstitusi tersebut tidak menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk mewujudkan kemakmuran rakyat, keadilan sosial, dan kedaulatan nasional. Dalam perspektif ini, pasar bukanlah tujuan, melainkan instrumen; sedangkan konstitusi menjadi kompas yang menentukan arah pembangunan bangsa.

Karena itu, perdebatan mengenai Prabowonomics sesungguhnya tidak cukup dipahami sebagai perbedaan pandangan terhadap satu kebijakan pemerintahan. Perdebatan tersebut mencerminkan pertarungan dua cara pandang mengenai pembangunan. Di satu sisi terdapat pendekatan yang menempatkan pasar sebagai ukuran dominan keberhasilan. Di sisi lain terdapat pendekatan yang memandang bahwa pasar harus berjalan dalam kerangka konstitusi, kepentingan nasional, dan kesejahteraan rakyat.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FKKPBM DPC Jakarta Pusat Salurkan Bantuan Karpet Shalat untuk Mushalla Al-Fajri Korban Kebakaran di Kemayoran photo_camera 4

    FKKPBM DPC Jakarta Pusat Salurkan Bantuan Karpet Shalat untuk Mushalla Al-Fajri Korban Kebakaran di Kemayoran

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Busrial
    • visibility 173
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta Pusat – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak musibah kebakaran, Forum Komunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah (FKKPBM) DPC Jakarta Pusat menyalurkan bantuan berupa karpet shalat kepada Mushalla Al-Fajri yang berada di RT 013/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Bantuan tersebut diberikan menyusul peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu, senin […]

  • Imigrasi Kelas II TPI Sabang Amankan Dua WNA Asal Tiongkok Untuk Pemeriksaan Keimigrasian

    Imigrasi Kelas II TPI Sabang Amankan Dua WNA Asal Tiongkok Untuk Pemeriksaan Keimigrasian

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Sabang – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang diduga memasuki wilayah Indonesia tanpa melalui prosedur keimigrasian yang berlaku. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman oleh petugas imigrasi. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Muchsin Miraiza, membenarkan adanya pengamanan terhadap dua WNA tersebut. […]

  • Seri Pengetahuan Peradaban Nusantara 3: Ketika Pengetahuan Tersimpan dalam Naskah

    Seri Pengetahuan Peradaban Nusantara 3: Ketika Pengetahuan Tersimpan dalam Naskah

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Pengetahuan suatu peradaban tidak selalu diwariskan secara langsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan kekuasaan, bahasa, aksara, tradisi, dan pusat pendidikan dapat membuat sebagian pengetahuan lama semakin sulit dipahami. Namun, jejak pengetahuan tersebut masih dapat ditemukan dalam berbagai manuskrip Nusantara. Hal itu menjadi pokok bahasan Seri Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri […]

  • Kisruh Legislatif Dan Eksekutif di Bandung Barat, Pelayanan Publik Jadi Terhambat

    Kisruh Legislatif Dan Eksekutif di Bandung Barat, Pelayanan Publik Jadi Terhambat

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Kikin Sodikin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes |Bandung Barat – Sejumlah Ketua Ormas dan LSM se-Kabupaten Bandung Barat menyikapi isu memanasnya hubungan antara legislatif dengan Eksekutif ditubuh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu terakhir. Dalam polemik yang terjadi di pemerintahan kab.bandung barat , legislatif dan eksekutif jadi pembahasan para ketua ormas LSM dan aktivis terutamanya Eksekutif yang paling disoroti di kab.bandung […]

  • Program CSR PT. Pratama Abadi Industri (JX2) Lindungi 157 Pemangku Agama di Kabupaten Garut dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Program CSR PT. Pratama Abadi Industri (JX2) Lindungi 157 Pemangku Agama di Kabupaten Garut dengan BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Irfan Nurlaeli
    • visibility 277
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Garut – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan pekerja keagamaan, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Zaenal Abidin, seorang guru ngaji yang berdomisili di Desa Simpen Kidul, Kecamatan Blubur Limbangan. Santunan tersebut diberikan sebagai manfaat program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang diikutsertakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Pratama Abadi Industri. Program ini […]

  • Perkara 227/Pdt.G/2026/PN Skt: Pardiman Minta Kejelasan Data E-KTA 2025 dalam Mediasi di PN Surakarta

    Perkara 227/Pdt.G/2026/PN Skt: Pardiman Minta Kejelasan Data E-KTA 2025 dalam Mediasi di PN Surakarta

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Surakarta — Perkara perdata Nomor 227/Pdt.G/2026/PN Skt antara Pardiman, S.H., M.H. selaku Penggugat melawan DPP Partai NasDem, DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Tengah, dan DPD Partai NasDem Kota Surakarta memasuki tahapan mediasi di Pengadilan Negeri Surakarta. Dalam proses tersebut, Pardiman menyampaikan Resume Mediasi kepada Hakim Mediator sebagai bahan pembahasan mengenai pokok persoalan yang […]

expand_less