Gedung KUA Kapuas Ambruk, Proyek Rp1,341 Miliar Jadi Sorotan
- account_circle Hepni Jaya Kusuma
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Sanggau — Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah bangunan mengalami kerusakan hingga sebagian struktur dilaporkan ambruk. Jum’at (2/10/2026).
Proyek yang disebut bersumber dari DIPA Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat dengan nilai sekitar Rp1,341 miliar tersebut kini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, pelaksanaan teknis, dan pengawasan proyek.
Informasi yang diperoleh dari lapangan menyebutkan, kondisi fondasi menjadi salah satu bagian yang dipertanyakan. Pada sejumlah titik disebut terdapat penggunaan kayu cerucuk berdiameter sekitar 5–6 sentimeter.
Selain itu, proses pencampuran beton juga menjadi perhatian. Terdapat informasi bahwa pencampuran material diduga dilakukan tanpa takaran yang konsisten.
Namun, seluruh informasi tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi kontrak, dan standar konstruksi yang berlaku.
Sorotan juga mengarah pada aspek pengawasan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pihak yang disebut sebagai pengawas proyek diduga mengaku tidak memahami secara mendalam gambar kerja maupun RAB.
Jika benar, kondisi tersebut perlu mendapatkan klarifikasi karena pengawasan memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan sesuai dengan kontrak dan spesifikasi teknis.
Dengan nilai proyek sekitar Rp1,341 miliar, masyarakat berharap pemerintah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi bangunan maupun dokumen proyek.
Pemeriksaan dapat mencakup perencanaan, kontrak, RAB, gambar kerja, spesifikasi material, laporan pengawasan, hingga hasil pekerjaan di lapangan.
Publik juga menunggu penjelasan mengenai penyebab pasti bangunan mengalami kerusakan hingga ambruk serta bagaimana pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran negara tersebut.
Media Suara Mabes membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kementerian Agama, Kanwil Kemenag Kalimantan Barat, pihak pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas, maupun pihak terkait lainnya.
Seluruh pihak diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan tersebut dapat diketahui berdasarkan fakta, dokumen, dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Media Suara Mabes akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.
Jurnalis : Hepni Jaya Kusuma
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juni 2021 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil_ Prov. Kalimantan Barat. Email : hepni.kusuma@mediasuaramabes.coid

Saat ini belum ada komentar