Ketika Pasar Bertemu Konstitusi: Membaca Prabowonomic Dalam Pergeseran Tatanan Ekonomi Global
- account_circle Suwoto
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 348
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menolak kritik ataupun membenarkan setiap kebijakan pemerintah. Kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi dan dapat menjadi sarana koreksi. Namun demikian, kritik juga perlu ditempatkan dalam konteks yang utuh, dengan mempertimbangkan sejarah, konstitusi, dinamika geopolitik, serta pengalaman berbagai negara dalam membangun sistem ekonominya.
Dari sudut pandang itulah Prabowonomics akan dibahas. Bukan sebagai slogan politik, melainkan sebagai sebuah ikhtiar untuk mencari model pembangunan Indonesia yang mampu memadukan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, kemandirian nasional, dan daya saing global di tengah perubahan tatanan dunia abad ke-21.
DUNIA TIDAK PERNAH BENAR-BENAR MEMILIH PASAR ATAU NEGARA
Salah satu kekeliruan yang sering muncul dalam perdebatan ekonomi adalah menempatkan negara dan pasar sebagai dua kutub yang harus dipilih salah satunya. Sejarah justru menunjukkan bahwa hampir tidak ada negara maju yang membangun ekonominya hanya dengan mengandalkan mekanisme pasar atau sepenuhnya dikendalikan oleh negara.
Amerika Serikat sering dijadikan simbol kapitalisme dan pasar bebas. Namun ketika krisis keuangan global 2008 mengancam stabilitas sistem perbankan dan industri, pemerintah Amerika Serikat melakukan intervensi besar melalui berbagai program penyelamatan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa bahkan dalam sistem ekonomi liberal, negara tetap memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas ketika mekanisme pasar tidak mampu mengatasinya.
Singapura juga memberikan pelajaran yang menarik. Negara ini dikenal sebagai salah satu ekonomi paling terbuka di dunia, tetapi pada saat yang sama tetap mempertahankan peran negara yang kuat dalam pengelolaan aset strategis, perencanaan tata ruang, pelabuhan, bandara, perumahan publik, dan investasi nasional. Keterbukaan pasar berjalan berdampingan dengan kepemimpinan negara yang efektif.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar