Ketika Pasar Bertemu Konstitusi: Membaca Prabowonomic Dalam Pergeseran Tatanan Ekonomi Global
- account_circle Suwoto
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 349
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ABAD KE-21: PERSAINGAN SISTEM NASIONAL
Jika abad ke-20 ditandai oleh pertarungan ideologi antara kapitalisme dan sosialisme, maka abad ke-21 ditandai oleh persaingan kualitas sistem nasional. Kekuatan suatu negara tidak lagi ditentukan hanya oleh besarnya produk domestik bruto, kekuatan militer, atau melimpahnya sumber daya alam, tetapi oleh kemampuannya membangun sistem yang mampu mengintegrasikan pemerintahan, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, industri, serta tata kelola dalam satu arah pembangunan yang konsisten.
Pengalaman dunia menunjukkan bahwa negara yang berhasil bukan selalu negara yang memiliki sumber daya terbesar, melainkan negara yang mampu membangun institusi yang kuat, kepastian hukum, birokrasi yang profesional, budaya inovasi, dan kepemimpinan yang mampu menjaga kesinambungan kebijakan. Sebaliknya, banyak negara kaya sumber daya justru tertinggal karena gagal membangun fondasi-fondasi tersebut.
Dalam konteks itu, tantangan Indonesia jauh lebih besar daripada sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi. Indonesia harus membangun sistem nasional yang mampu menghubungkan kekayaan sumber daya alam dengan hilirisasi industri, penguasaan teknologi, ketahanan pangan dan energi, kualitas pendidikan, serta peningkatan produktivitas sumber daya manusia. Di sinilah sesungguhnya letak persaingan antarbangsa pada abad ke-21.
Karena itu, keberhasilan Prabowonomics tidak cukup diukur dari capaian ekonomi jangka pendek. Keberhasilannya akan ditentukan oleh kemampuannya memperkuat fondasi bangsa: tata kelola yang bersih, kepastian hukum, birokrasi yang efektif, investasi yang produktif, industri bernilai tambah, dan sumber daya manusia yang unggul. Tanpa fondasi tersebut, pertumbuhan ekonomi akan sulit bertahan. Sebaliknya, apabila fondasi itu dibangun dengan baik, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia pada pertengahan abad ini.
Pada akhirnya, persaingan global bukanlah pertarungan antara negara melawan pasar. Persaingan yang sesungguhnya adalah antara bangsa yang mampu membangun sistem nasional yang tangguh dan bangsa yang gagal membangun fondasi peradabannya. Di situlah masa depan Indonesia akan ditentukan.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar