Gerilya Kognitif Seri 6: Algoritma dan AI Dinilai Jadi Pengganda Pengaruh di Ruang Digital
- account_circle Suwoto
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 67
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Algoritma dan AI dalam Kerangka Perang Fondasi
Dalam pemikiran Gerilya Kognitif, Hutagaol menempatkan perkembangan algoritma dan AI dalam kerangka Perang Fondasi yang terdiri atas tiga pilar utama:
- ENERGI, sebagai fondasi operasional pusat data, jaringan komunikasi, dan infrastruktur digital.
- DATA, sebagai bahan dasar pengolahan informasi dan analisis.
- PERSEPSI, sebagai ruang pembentukan kesadaran, penilaian, dan keputusan manusia.
Algoritma dan AI diposisikan sebagai instrumen teknologi yang bekerja melintasi ketiga pilar tersebut, bukan sebagai pilar tersendiri.
Kerangka ini menegaskan bahwa penguasaan infrastruktur, data, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dari ketahanan nasional di era digital.
Manusia Tetap Menjadi Penentu
Sebagai penutup, Hutagaol menekankan bahwa kecanggihan teknologi harus berjalan seiring dengan kecerdasan, integritas, dan tanggung jawab manusia.
Pemikiran tersebut sejalan dengan prinsip UNESCO dalam Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence (2021), yang menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan manusia dalam pemanfaatan AI.
Dalam perspektif Gerilya Kognitif, pertahanan kognitif tidak cukup dilakukan melalui penguasaan teknologi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang mampu membedakan fakta, opini, manipulasi, dan informasi yang belum terverifikasi.
Pesan utama Seri 6 dirangkum dalam prinsip:
“MENGUASAI TEKNOLOGI, MENJAGA DATA, MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN BERPIKIR.”
Teknologi boleh berkembang semakin canggih, tetapi kecerdasan, kesadaran, dan tanggung jawab manusia harus tetap menjadi penentu arah.
Penulis: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 5 November 2026
Referensi:
- OECD, Facts not Fakes: Tackling Disinformation, Strengthening Information Integrity (2024).
- OECD.AI, Transparency Mechanisms for Social Media Recommender Algorithms (2025).
- UNDP, Human Development Report 2025.
- UNESCO, Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence (2021).
- United Nations, Global Principles for Information Integrity (2024).
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar