Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Kesehatan » Waspada Tuberkulosis (TBC): Penyakit Menular yang Masih Mengancam, Namun Masih Bisa Disembuhkan

Waspada Tuberkulosis (TBC): Penyakit Menular yang Masih Mengancam, Namun Masih Bisa Disembuhkan

  • account_circle Hapzon Effendi
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 272
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Jakarta – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini umumnya menyerang paru-paru dan dapat menular melalui percikan dahak di udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Meski sering dianggap sebagai penyakit masa lalu, faktanya TBC hingga saat ini masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap gejala, pencegahan, dan pentingnya pengobatan yang tuntas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penularan terus terjadi.

Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu. Gejala lain yang sering menyertai antara lain demam berkepanjangan, keringat berlebih pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, tubuh lemas, serta berkurangnya nafsu makan.

Apabila tidak ditangani dengan baik, TBC dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang serius, menurunkan kualitas hidup penderita, bahkan berpotensi menimbulkan komplikasi pada organ tubuh lainnya

Selain berdampak pada kesehatan, TBC juga dapat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Penderita sering mengalami keterbatasan dalam bekerja maupun beraktivitas, sehingga produktivitas menurun. Tidak sedikit pula yang menghadapi stigma sosial akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini.

Karena itu, edukasi yang tepat menjadi kunci untuk menghilangkan diskriminasi terhadap penderita TBC sekaligus mendorong mereka agar tidak takut menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Pencegahan TBC dapat dilakukan melalui berbagai langkah sederhana namun efektif. Di antaranya menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, membuka jendela agar sinar matahari masuk, menerapkan etika batuk yang benar, menggunakan masker saat sakit, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.

Pemerintah juga terus mendorong program imunisasi BCG bagi bayi sebagai salah satu upaya perlindungan terhadap bentuk TBC yang berat.

Di tengah kemajuan dunia medis, Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari World Health Organization (WHO), pada tahun 2023 diperkirakan 1,25 juta orang meninggal dunia akibat TBC, menjadikannya kembali sebagai penyakit infeksi dengan jumlah kematian tertinggi di dunia, melampaui COVID-19. Selain itu, sekitar 10,8 juta orang tercatat jatuh sakit akibat TBC di seluruh dunia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa TBC masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang yang memiliki tantangan dalam akses layanan kesehatan, deteksi dini, dan kepatuhan pengobatan.

Indonesia saat ini menempati posisi kedua di dunia dengan beban kasus TBC tertinggi setelah India. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang mengacu pada Global TB Report 2024, diperkirakan terdapat sekitar 1,09 juta kasus TBC dengan sekitar 125.000 kematian setiap tahun akibat penyakit tersebut. Angka ini setara dengan sekitar 342 kematian setiap hari atau 14 kematian setiap jam akibat TBC di Indonesia.

Tingginya angka kematian tersebut sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan diagnosis, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, serta masih adanya pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

Kabar baiknya, TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara disiplin dan tuntas sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Pengobatan biasanya berlangsung selama enam bulan atau lebih, tergantung kondisi pasien.

Tenaga medis mengingatkan agar penderita tidak menghentikan konsumsi obat meskipun kondisi tubuh sudah terasa membaik. Pengobatan yang tidak tuntas berisiko menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat atau dikenal sebagai TBC Resistan Obat (MDR-TB), yang membutuhkan penanganan lebih lama dan lebih kompleks.

Keberhasilan pengobatan TBC tidak hanya bergantung pada pasien, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Pendampingan dalam mengingatkan jadwal minum obat, memberikan motivasi, serta menciptakan lingkungan yang sehat menjadi faktor penting dalam proses penyembuhan.

Melalui kesadaran bersama, deteksi dini, dan kepatuhan menjalani pengobatan, upaya memutus rantai penularan TBC dapat dilakukan secara lebih efektif.

“TBC Bukan Aib dan Bisa Disembuhkan. Batuk Lebih dari Dua Minggu? Segera Periksa dan Obati Sampai Tuntas.”

Dari berbagai sumber.
Penulis: Hapzon Effendi

Hapzon Effendi

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erwin Wurangian Pernah Gaungkan Kota Industri Maju Dalam Pilwako, SPBU Giper Disorot Atas Dugaan Sistem Distribusi Solar yang Menyimpang

    Erwin Wurangian Pernah Gaungkan Kota Industri Maju Dalam Pilwako, SPBU Giper Disorot Atas Dugaan Sistem Distribusi Solar yang Menyimpang

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Kifli Polapa
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bitung — Dugaan penyalahgunaan distribusi BBM jenis Bio Solar bersubsidi kembali mencuat di Kota Bitung. SPBU Girian Permai (Giper) dengan nomor registrasi 7495502 menjadi sorotan setelah muncul informasi terkait dugaan perbedaan perlakuan dalam pelayanan pengisian terhadap sejumlah sopir. Berdasarkan penelusuran di lapangan, sejumlah pengemudi mengaku mengalami kesulitan mendapatkan akses pengisian, sementara kendaraan tertentu […]

  • Kasal Hadiri Penutupan Pendidikan Capaja TNI-Polri, 1.173 Perwira Muda Siap Mengabdi untuk Indonesia Emas 2045 photo_camera 6

    Kasal Hadiri Penutupan Pendidikan Capaja TNI-Polri, 1.173 Perwira Muda Siap Mengabdi untuk Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menghadiri upacara penutupan Pendidikan Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri yang digelar di Markas Besar TNI, Jakarta, Kamis (16/7). Sebanyak 1.173 Capaja dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Akademi Kepolisian (Akpol) dinyatakan lulus setelah menyelesaikan […]

  • Cegah Api Meluas, Satgas Aman Nusa II Padamkan Karhutla di Kubu Raya

    Cegah Api Meluas, Satgas Aman Nusa II Padamkan Karhutla di Kubu Raya

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Sasuka
    • visibility 105
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kubu Raya, Kalbar – Satgas Pemadaman Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas–2026” Polda Kalimantan Barat terus menggencarkan pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Pada Senin (21/09/2026), sebanyak 24 personel Ditsamapta Polda Kalbar diterjunkan untuk melakukan pemantauan, verifikasi lokasi, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga pemantauan […]

  • Polres Ketapang Gelar Apel Pasukan Ops Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026

    Polres Ketapang Gelar Apel Pasukan Ops Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 182
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Polres Ketapang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas 2026” di halaman Mapolres Ketapang, Kamis (27/08/2026). Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., dan dihadiri Wakil Bupati Ketapang, jajaran Forkopimda, TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, BPBD, Manggala Agni, tenaga kesehatan […]

  • Kawal Demokrasi Berkualitas, Polda Kalbar Hadiri Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Semester I 2026 photo_camera 3

    Kawal Demokrasi Berkualitas, Polda Kalbar Hadiri Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Semester I 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Polda Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan tahapan demokrasi yang transparan dan akuntabel. Hal tersebut diwujudkan melalui kehadiran Karoops Polda Kalbar Kombes Pol. Mardiyanto, S.H., S.I.K. dalam kegiatan Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Semester I Tahun 2026, yang berlangsung di Aula KPU […]

  • SIW Kritisi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minta Pemerintah Perketat Verifikasi dan Pengawasan

    SIW Kritisi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minta Pemerintah Perketat Verifikasi dan Pengawasan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Lombok Timur – Dewan Pimpinan Nasional Sasak Integrity Watch (SIW) menyampaikan apresiasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan pelajar di Indonesia. Namun demikian, berdasarkan berbagai informasi, laporan masyarakat, serta hasil pemantauan di lapangan, DPN SIW menilai bahwa pelaksanaan Program […]

expand_less