Ancaman Siber Mengintai Perbankan, Malware Hirudo Jadi Peringatan Serius bagi Nasabah Indonesia
- account_circle Redaksi MSM
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 59
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kasus Serangan Siber di Malaysia dan Prancis Jadi Perhatian
Ancaman terhadap sektor perbankan juga terlihat dari sejumlah insiden di luar negeri.
Di Malaysia, Bank Rakyat mengalami gangguan akses pada portal perusahaan dan sejumlah layanan digital pada Jumat malam (6/11/2026).
Media teknologi setempat melaporkan adanya dugaan perusakan tampilan situs atau web defacement pada sejumlah halaman, termasuk halaman layanan iRakyat. Kelompok yang menggunakan nama MARLANWG disebut mengklaim bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Bank Rakyat melalui pemberitahuan resminya mengimbau nasabah menggunakan kanal alternatif, termasuk aplikasi perbankan dan layanan digital lainnya.
Namun, hingga informasi yang tersedia dipublikasikan, belum terdapat konfirmasi resmi mengenai adanya kebocoran data nasabah akibat insiden tersebut.
Sementara itu, di Prancis, Crédit Mutuel Arkéa mengumumkan telah mengalami serangan yang mengakibatkan transaksi penipuan dengan nilai sekitar 100 juta euro.
Pihak bank menyatakan insiden telah berhasil dikendalikan dan aset nasabah tidak terdampak. Otoritas terkait juga telah diberitahu untuk mendukung proses penanganan dan penyelidikan.
Kasus tersebut memperlihatkan bahwa ancaman siber terhadap lembaga keuangan dapat menimbulkan kerugian besar, termasuk melalui penyalahgunaan akses dan transaksi keuangan.
Gangguan 128 Lembaga Keuangan di Jepang Bukan Serangan Siber
Di Jepang, sebanyak 128 lembaga keuangan jenis shinkin mengalami gangguan layanan pada 6 November 2026.
Gangguan tersebut berdampak pada sejumlah layanan, termasuk transaksi melalui ATM dan perbankan elektronik. Namun, berdasarkan keterangan pengelola sistem, gangguan disebabkan kerusakan perangkat keras atau hardware malfunction, bukan serangan siber.
Layanan dilaporkan telah pulih pada malam hari setelah dilakukan penanganan teknis.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa gangguan layanan perbankan tidak selalu disebabkan oleh serangan peretas. Kerusakan perangkat dan kegagalan infrastruktur teknologi juga dapat berdampak luas terhadap aktivitas keuangan masyarakat.
- Jurnalis :: Redaksi MSM

Saat ini belum ada komentar