Strategi Perang Nusantara Seri 7: MJP Hutagail Soroti Bahaya Adu Domba Dan Intrik Kekuasaan
- account_circle Suwoto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Perpecahan internal, persaingan elite, dan hilangnya kepercayaan antarkelompok dapat menjadi ancaman serius bagi ketahanan sebuah bangsa. Sejarah Nusantara hingga dinamika politik modern menunjukkan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadapi ancaman dari luar, tetapi juga oleh kemampuannya menjaga persatuan dari dalam.
Persoalan tersebut menjadi sorotan Brigjen (Purn.) MJP. Hutagaol dalam kajian Strategi Perang Nusantara Seri 7 berjudul “Adu Domba dan Intrik Kekuasaan: Dari Politik Kolonial hingga Perebutan Pengaruh di Indonesia Modern”.
Dalam tulisannya, Hutagaol mengangkat politik divide et impera atau pecah belah yang pernah digunakan VOC untuk memperluas pengaruhnya di Nusantara. Menurutnya, konflik internal antarkelompok dapat membuka peluang intervensi pihak luar dan mengubah keseimbangan kekuasaan.
Belajar dari Sejarah Nusantara
Sejumlah peristiwa sejarah menjadi contoh, antara lain konflik Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji di Banten, aliansi VOC dengan Arung Palakka dalam menghadapi Kesultanan Gowa, serta konflik suksesi Mataram yang berujung pada Perjanjian Giyanti 1755.
Meski memiliki latar belakang berbeda, peristiwa tersebut memberikan pelajaran bahwa persaingan internal yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak terhadap kedaulatan dan kepentingan suatu bangsa.
Hutagaol kemudian menghubungkan pelajaran sejarah tersebut dengan perjalanan politik Indonesia, mulai dari perubahan kekuasaan setelah peristiwa 1965, proses peralihan kepemimpinan nasional, hingga dinamika Reformasi 1998 dan perkembangan demokrasi era modern.
Ia menekankan bahwa perubahan politik nasional harus dipahami melalui berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi, pertarungan kepentingan, dinamika kelembagaan, dan tuntutan masyarakat.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar