Brigjen (Purn) MJP Hutagaol Rumuskan Metodologi Kolaborasi Manusia Dan AI Untuk Produksi Pengetahuan Baru
- account_circle Suwoto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Namun, pemanfaatannya membutuhkan pendekatan yang sistematis agar teknologi tidak sekadar menghasilkan informasi, tetapi turut mendukung proses analisis, pengujian, dan pembentukan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Gagasan tersebut dituangkan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam dokumen konseptual berjudul “Metodologi Kolaborasi Kecerdasan Manusia dan Artificial Intelligence: Menuju Sistem Produksi Pengetahuan Baru di Era Digital”, bertanggal 30 Oktober 2026.
Dalam dokumen itu, Hutagaol menempatkan manusia sebagai penentu arah, tujuan, penilaian, dan tanggung jawab. Sementara AI berperan sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi informasi, mengolah data, mengenali pola, menguji argumentasi, dan menyusun sintesis pemikiran.
Empat Ranah Ekosistem Pengetahuan
Kerangka yang ditawarkan mencakup empat ranah yang saling berkaitan, yaitu kecerdasan manusia, teknologi AI, komputasi awan (cloud computing), serta alam semesta dan realitas kehidupan.
Istilah “Perpustakaan Alam Semesta” digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan bahwa pengetahuan tidak hanya bersumber dari buku dan basis data digital, tetapi juga dari alam, masyarakat, sejarah, kebudayaan, serta pengamatan langsung.
Pendekatan ini menekankan bahwa keluaran AI tetap membutuhkan pemeriksaan bukti, konteks, dan validasi manusia.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar