Rendi Umbara Apresiasi Sinergi Kapolda Aceh dan BNNP Aceh dalam Upaya Pemberantasan Narkotika
- account_circle Hanafiah
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- visibility 198
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Banda Aceh – Praktisi hukum Rendi Umbara, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap langkah awal yang ditunjukkan Kapolda Aceh, Ruddi Setiawan, dalam memperkuat sinergi pemberantasan peredaran gelap narkotika bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh.
Menurut Rendi, meski baru sekitar 10 hari menjabat sebagai Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan dinilai telah menunjukkan komitmen membangun koordinasi dan sinergitas antara Polda Aceh dengan BNNP Aceh dalam upaya menekan peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Rendi menilai, dalam beberapa bulan terakhir pengungkapan kasus narkotika berskala besar di Aceh relatif minim. Ia juga menyoroti adanya sejumlah pengungkapan kasus yang dilakukan oleh aparat kepolisian dari luar wilayah Aceh.
“Harapan masyarakat tentu pengungkapan kasus-kasus narkotika di Aceh dapat semakin ditingkatkan. Sinergi antarlembaga menjadi salah satu kunci dalam memutus jaringan peredaran narkotika,” ujar Rendi dalam keterangannya.
Selain itu, Rendi turut mengapresiasi langkah aparat TNI, termasuk Satuan Detasemen Intelijen Kodam Iskandar Muda (Satdeninteldam IM), yang melakukan operasi pemberantasan tanaman ganja di kawasan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Ia menegaskan bahwa pelaku peredaran narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa sehingga penegakan hukum terhadap jaringan narkotika harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
Rendi juga mengingatkan bahwa Irjen Pol. Ruddi Setiawan pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh pada tahun 2022. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam memperkuat strategi pemberantasan narkotika di Aceh.
“Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki posisi strategis sehingga memerlukan perhatian serius dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika. Diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan agar upaya tersebut berjalan lebih efektif,” katanya.
Lebih lanjut, Rendi berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap penguatan sarana, prasarana, serta sumber daya dalam pemberantasan narkotika di Aceh.
Ia juga mengusulkan agar pengawasan jalur masuk narkotika melalui wilayah perairan diperkuat. Menurutnya, selain jalur darat, jalur laut menjadi salah satu jalur yang perlu mendapat perhatian khusus.
“Ke depan diharapkan BNNP dapat memperkuat pengawasan di kawasan pelabuhan melalui penempatan pos-pos pengawasan sesuai kebutuhan dan kewenangan yang dimiliki, sehingga upaya pencegahan masuknya narkotika dapat semakin optimal,” tutupnya.
Jurnalis : Hanafiah
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 5 Agustus 2023 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Aceh. Email : hanafiah@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar