Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Investigasi » Karhutla Mengancam Kalimantan, PB PII: Krisis Ekologis Kian Nyata

Karhutla Mengancam Kalimantan, PB PII: Krisis Ekologis Kian Nyata

  • account_circle Kifli Polapa
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Ribuan titik panas terpantau di lima provinsi Kalimantan di tengah kondisi kemarau dan pengaruh El Niño yang memperbesar risiko kekeringan serta kebakaran.

Berdasarkan data pemantauan SiPongi melalui satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB, tercatat 1.842 titik panas di lima provinsi Kalimantan. Sebanyak 976 titik berada di Kalimantan Tengah, 489 titik di Kalimantan Barat, 237 titik di Kalimantan Timur, 125 titik di Kalimantan Selatan, dan 15 titik di Kalimantan Utara. Dari jumlah tersebut, terlihat 10 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi.

Kondisi ini berlangsung ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode kemarau. BMKG mencatat pada Dasarian I Agustus 2026 sebanyak 535 Zona Musim atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, sementara 90,79 persen wilayah mengalami curah hujan kategori rendah. BMKG juga mencatat perkembangan El Niño berada pada intensitas sangat kuat.

Ketua Bidang VII Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII), Faza Fatiyurrobbany, menilai kondisi tersebut tidak dapat lagi dipandang semata sebagai persoalan musiman.

“Karhutla di Kalimantan harus kita lihat sebagai persoalan ekologis, bukan sekadar persoalan musiman. Ribuan titik panas di tengah kondisi kemarau dan El Niño yang kuat menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi ancaman yang harus ditangani secara serius dan terpadu,” ujar Faza, Minggu (23/8).

Menurutnya, dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan hutan dan lahan. Asap dan memburuknya kualitas udara dapat mengganggu kesehatan, aktivitas sosial, serta proses pendidikan. Anak-anak dan pelajar menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan ketika kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat.

“Yang harus dilindungi bukan hanya kawasan hutan, tetapi juga manusia yang hidup di dalam dan sekitar wilayah terdampak. Ketika kualitas udara memburuk, anak-anak dan pelajar harus menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perlindungan serius,” katanya.

Faza mengapresiasi penguatan operasi pengendalian karhutla yang dilakukan pemerintah, termasuk pengerahan 12.880 personel gabungan pada 22 Agustus 2026. Namun, ia menilai respons darurat harus diikuti dengan penguatan pencegahan dan evaluasi kebijakan.

“Jangan sampai kita hanya bergerak ketika api sudah membesar. Pencegahan, pemantauan titik panas, kesiapsiagaan masyarakat, perlindungan kesehatan, dan pemulihan lingkungan harus berjalan bersamaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, karhutla membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta kelompok pemuda dan pelajar.

“Krisis ekologis tidak bisa diselesaikan hanya dengan memadamkan api. Kita harus memastikan ada upaya serius untuk mencegah kebakaran, melindungi masyarakat, menjaga ekosistem, dan memulihkan lingkungan,” lanjut Faza.

Faza menegaskan juga bahwa Karhutla di Kalimantan menjadi alarm bahwa krisis ekologis membutuhkan respons yang konsisten dan berkelanjutan.

“Di tengah kemarau dan El Niño yang kuat, penguatan mitigasi harus menjadi prioritas agar ancaman kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas,” tutupnya dengan tegas.

Kifli Polapa

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 12 November 2021 sebagai Wakil Kepala Perwakilan Wilayah (Wakaperwil) Prov. Sulawesi Utara. Email : kifli.polapa@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Segar Wangi Duduki Lahan PT RSM BGA Group, Tuntut 20 Persen Plasma

    Warga Segar Wangi Duduki Lahan PT RSM BGA Group, Tuntut 20 Persen Plasma

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Sukarto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang – Persoalan lahan PT Raya Sawit Manunggal (RSM) dibawah naungan BGA Group di Kabupaten Ketapang kembali memanas. Ratusan warga Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi kembali melakukan aksi damai sekaligus pemortalan lahan sawit yang dijanjikan perusahaan perkebunan sawit tersebut pada warga, Sabtu (16/5/2026) siang. Massa menutup akses operasional perusahaan di Divisi 1 wilayah […]

  • Fenomena Negatif di Media Sosial Kian Marak, MSM Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Platform TikTok

    Fenomena Negatif di Media Sosial Kian Marak, MSM Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Platform TikTok

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Irmansyah
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Perkembangan media sosial yang pesat sejatinya membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari sarana komunikasi, edukasi, hingga pengembangan ekonomi digital. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak tepat justru memunculkan berbagai dampak negatif yang semakin meresahkan. Media sosial seperti TikTok kini tidak jarang dimanfaatkan sebagai ajang pertikaian terbuka. Fitur siaran langsung (live), […]

  • Patroli Hotspot Karhutla, Kapolsek Monterado Sekaligus Salurkan Bansos kepada Warga Kurang Mampu

    Patroli Hotspot Karhutla, Kapolsek Monterado Sekaligus Salurkan Bansos kepada Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 111
    • 0Komentar

    BENGKAYANG — Kepolisian Sektor (Polsek) Monterado terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli dan monitoring titik hotspot di wilayah hukumnya. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah deteksi dini guna mengantisipasi munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi karhutla. Pada Sabtu, 5 September 2026, Kapolsek Monterado IPTU Suhartadi, S.H., M.H., bersama dua personel […]

  • Korban Adif Putra, Bendahara GRIB Jaya 50 Kota, Sambut Putusan Kasus Penyerobotan Tanah photo_camera 3

    Korban Adif Putra, Bendahara GRIB Jaya 50 Kota, Sambut Putusan Kasus Penyerobotan Tanah

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Sumatera Barat 50 kota – Adif Putra, korban dalam perkara penyerobotan tanah di Jorong Talago, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menyambut baik putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pati yang menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap dua terdakwa dalam perkara tersebut. Kedua terdakwa, masing-masing Erna dan Rini, divonis pidana penjara […]

  • Danrindam XVIII/Kasuari Tutup Pendidikan Diktukba TNI AD Gel II TA 2026, 153 Prajurit Resmi Sandang Pangkat Sersan Dua photo_camera 6

    Danrindam XVIII/Kasuari Tutup Pendidikan Diktukba TNI AD Gel II TA 2026, 153 Prajurit Resmi Sandang Pangkat Sersan Dua

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Supardi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Mansel Papua Barat — Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) TNI AD Gel II TA 2026 di Lapangan Upacara Rindam XVIII/Kasuari, Manokwari Selatan, Kamis (15/05/2026). Upacara penutupan dipimpin langsung Danrindam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Yusuf Sampetoding, S.I.P., dalam suasana khidmat dan penuh semangat. Dalam amanat Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru yang dibacakan Danrindam XVIII/Kasuari, […]

  • Polsek Perhentian Raja Hadir Saat Pemipilan Jagung – Poktan Berkarya Desa Pantai Raja Targetkan 2 Ton Hasil photo_camera 4

    Polsek Perhentian Raja Hadir Saat Pemipilan Jagung – Poktan Berkarya Desa Pantai Raja Targetkan 2 Ton Hasil

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Anggiat Sianturi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kampar – Suasana penuh semangat dan kerja sama menghiasi lahan pertanian Desa Pantai Raja Kecamatan Perhentian Raja pada hari Jumat (05/06/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, saat dilaksanakan kegiatan pemipilan jagung oleh Poktan Berkarya Desa Pantai Raja. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kapolsek Perhentian Raja IPTU. Sulistiyono, S.M, bersama pihak terkait dan para petani ini […]

expand_less