Tjokroaminoto, ISQ Dan Masa Depan Indonesia
- account_circle Suwoto
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 298
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mencari Jiwa Indonesia
Menutup refleksinya, Hutagaol menyimpulkan bahwa sejarah dari Bharatayuddha, Majapahit, Romawi, Tiongkok hingga perjalanan bangsa Indonesia menunjukkan pola yang sama, yakni bahwa peradaban sering kali runtuh bukan karena kekurangan ilmu pengetahuan, tetapi karena lemahnya moralitas.
Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak manusia yang mampu mengintegrasikan kecerdasan, spiritualitas, daya tahan, dan moralitas dalam tindakan nyata.
“Mungkin Tjokroaminoto tidak hanya sedang mendidik murid. Mungkin ia sedang membangunkan kesadaran. Dan mungkin, dari rumah sederhana di Peneleh itu, Indonesia tidak hanya sedang mempersiapkan kemerdekaannya, tetapi juga sedang mencari jiwanya,” pungkasnya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar