Tjokroaminoto, ISQ Dan Masa Depan Indonesia
- account_circle Suwoto
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 297
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ISQ dan Tantangan Indonesia 2045
Lebih jauh, Hutagaol memperkenalkan konsep Integrated Strategic Quotient (ISQ), yakni kemampuan mengintegrasikan IQ, EQ, SQ, AQ, dan MQ menjadi tindakan yang bertanggung jawab bagi kepentingan bersama.
Ia menilai konsep tersebut relevan dengan berbagai agenda besar pembangunan nasional saat ini, mulai dari hilirisasi industri, ketahanan pangan, transformasi digital, pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), energi baru terbarukan, hingga pemanfaatan bonus demografi.
Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut pada akhirnya sangat bergantung pada kualitas manusia yang mengelolanya.
“Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Indonesia tidak kekurangan kecerdasan. Indonesia tidak kekurangan program. Yang menentukan masa depan Indonesia adalah kualitas karakter manusia yang mengelola semua itu,” ujarnya.
Teknologi Harus Dikendalikan Moral
Dalam tulisannya, Hutagaol juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan (AI) tidak secara otomatis membawa dampak positif apabila tidak diiringi moralitas yang kuat.
Ia menilai teknologi pada dasarnya hanya memperbesar dampak karakter penggunanya, baik untuk membangun maupun merusak.
Karena itu, menurutnya, pertanyaan terpenting abad ke-21 bukan lagi seberapa canggih teknologi yang dimiliki suatu bangsa, melainkan seberapa bermoral manusia yang mengendalikan teknologi tersebut.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar