Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Kementerian LH, PLTA Saguling, dan Stakeholder Satukan Langkah Selamatkan Sungai Citarum dan Waduk Saguling

Kementerian LH, PLTA Saguling, dan Stakeholder Satukan Langkah Selamatkan Sungai Citarum dan Waduk Saguling

  • account_circle Sudirman
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Bandung Barat – Upaya menjaga kelestarian Sungai Citarum dan Waduk Saguling terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, serta berbagai pegiat lingkungan. Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Diskusi Kementerian Lingkungan Hidup bersama Managemen PLTA Saguling dan Stakeholder terkait Upaya Penyelamatan Waduk Saguling dan Sungai Citarum yang dilaksanakan di Bening Saguling Foundation, salah satu mitra binaan UBP Saguling.

Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk bertukar pandangan dan menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan di kawasan Sungai Citarum, khususnya terkait keberadaan eceng gondok yang dapat mengganggu kualitas lingkungan, aliran sungai, serta fungsi waduk apabila tidak dikelola dengan baik.

Diskusi dihadiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup, yang diwakili oleh Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air, Bapak Tulus Laksono, beserta tim. Senior Manager UBP Saguling, Manager Administrasi Bapak Huta Rianto, perwakilan DLH Kabupaten Bandung Barat, Kepala Desa Karangtanjung, Bidang CSR Kantor Pusat PLN Indonesia Power, Tim Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (PAGAR Saguling), Koordinator Pokja Perencanaan PPMA serta Pembinaan Kinerja Daerah beserta staf, serta para pegiat dan aktivis lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti oleh sekitar 45 peserta dari berbagai unsur dan latar belakang yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan Sungai Citarum dan Waduk Saguling.

Dalam diskusi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta upaya yang telah dilakukan di lapangan. Forum ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi bahwa penyelamatan Sungai Citarum tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Salah satu pembahasan utama adalah upaya pengendalian dan pemanfaatan eceng gondok yang tumbuh di kawasan Sungai Citarum, khususnya pada aliran yang menjadi sumber air menuju Waduk Saguling.

“Penanganan eceng gondok dan menjaga kualitas Sungai Citarum membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah, perusahaan, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama. Kami mengapresiasi upaya PLTA Saguling dalam mengelola dan memanfaatkan eceng gondok sebagai bagian dari solusi lingkungan yang berkelanjutan.”, ujar Bapak Tulus Laksono.

PLN Indonesia Power UBP Saguling turut memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam mengelola eceng gondok agar tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Pemaparan tersebut disampaikan oleh Taufan Kurniawan selaku ASMAN Keamanan Humas. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah BOSS (Biomass Operating System of Saguling), yaitu upaya pemanfaatan biomassa eceng gondok sebagai bagian dari solusi pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber energi alternatif.

Selain BOSS, UBP Saguling juga menjalankan program kumbung jamur yang memanfaatkan eceng gondok sebagai salah satu media dalam proses budidaya jamur. Program ini menjadi contoh bagaimana material yang sebelumnya dianggap sebagai gulma perairan dapat diolah dan dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Eceng gondok tidak semata-mata dipandang sebagai tanaman pengganggu, tetapi dapat dikelola melalui pendekatan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Bagi PLN Indonesia Power UBP Saguling, menjaga keberlanjutan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan operasional pembangkit. Sebagai pengelola PLTA yang sangat bergantung pada keberadaan sumber daya air, kondisi Sungai Citarum dan Waduk Saguling menjadi bagian penting yang harus dijaga bersama.

“Kami tidak hanya menjalankan fungsi bisnis pembangkitan ketenagalistrikan, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional, khususnya Sungai Citarum dan Waduk Saguling. Karena keberlanjutan pembangkit juga tidak terlepas dari keberlanjutan lingkungan.

PLTA Saguling terus berupaya mengelola eceng gondok melalui inovasi dan pemanfaatan, seperti BOSS dan program kumbung jamur. Kami berharap kolaborasi dengan pemerintah, stakeholder, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.”,ujar Bapak Doni Bakar.

Melalui diskusi ini, seluruh pihak didorong untuk memperkuat koordinasi dan membangun langkah nyata dalam mencegah pencemaran serta kerusakan lingkungan. Pemerintah, PLN Indonesia Power, pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam menjaga Sungai Citarum.

Dengan semangat gotong royong, pengelolaan eceng gondok dapat dilakukan secara lebih terpadu, sementara potensi pemanfaatannya dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

Sudirman

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 1 Desember 2021 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Jawa Barat. Email : sudirman@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 1202/Singkawang Bersama Forkopimda Terjun Langsung, Api Karhutla Dilawan di Tengah Panas Terik dan Angin

    Dandim 1202/Singkawang Bersama Forkopimda Terjun Langsung, Api Karhutla Dilawan di Tengah Panas Terik dan Angin

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 151
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang – Semangat pantang menyerah ditunjukkan dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Kelurahan Pangmilang dan Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Sabtu (22/08/2026). Di bawah terik matahari dan tiupan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api, Dandim 1202/Singkawang Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P., bersama Wali Kota Singkawang Tjhai Chui […]

  • Video Pengisian BBM di SPBU Lirang Singkawang Disorot, Pihak SPBU Beri Klarifikasi

    Video Pengisian BBM di SPBU Lirang Singkawang Disorot, Pihak SPBU Beri Klarifikasi

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang, Kalbar – Video yang memperlihatkan aktivitas pengisian BBM menggunakan sejumlah wadah di SPBU 64.791.18 Lirang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menjadi perhatian publik. Dalam video yang beredar, terlihat aktivitas pengisian BBM pada salah satu dispenser, sementara sejumlah wadah berada di sekitar area pengisian. Dokumentasi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan […]

  • Tampak Janggal! Juru Sita PN Jakarta Barat Eksekusi Lahan Kosong di Cengkareng, Kuasa Hukum Termohon Siap Lapor ke Bawas MA

    Tampak Janggal! Juru Sita PN Jakarta Barat Eksekusi Lahan Kosong di Cengkareng, Kuasa Hukum Termohon Siap Lapor ke Bawas MA

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 209
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Barat — Pelaksanaan eksekusi lahan tanah kosong di Jalan Kali Tanggul Timur, RT 011/RW 010, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (7/7/2026), menuai sorotan tajam. Pihak Juru Sita Eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat yang mendampingi permohonan eksekusi atas nama Minto Cs (Pemohon) diduga melaksanakan tindakan yang dinilai tidak sesuai […]

  • Pembangunan Jalan Provinsi Ruas Umbar-Pertiwi Terwujud, Wujud Nyata Aspirasi Ketua Komisi 4 DPRD Tenggamus photo_camera 2

    Pembangunan Jalan Provinsi Ruas Umbar-Pertiwi Terwujud, Wujud Nyata Aspirasi Ketua Komisi 4 DPRD Tenggamus

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Adi Sundari
    • visibility 188
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tanggamus – Harapan masyarakat di wilayah ruas jalan Umbar hingga Pertiwi akhirnya terwujud. Pembangunan jalan provinsi di jalur tersebut kini tengah berjalan, berkat perjuangan dan aspirasi yang disampaikan Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Tenggamus Fraksi Gerindra, Romzi Edi, S.Pd. Romzi Edi, S.Pd. menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk tanggung jawabnya dalam memperjuangkan kepentingan […]

  • Serdik Sespimmen Polri Kaji Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kubu Raya

    Serdik Sespimmen Polri Kaji Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kubu Raya

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kubu Raya – Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar 18 melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) sebagai Satgas Edukasi Karhutla dalam Operasi Aman Nusa II di wilayah hukum Polres Kubu Raya, Polda Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 7–16 September 2026 tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan […]

  • Kepala Biro Media Suara Mabes Sabang Soroti Kekosongan Kepengurusan MAA Selama Enam Bulan

    Kepala Biro Media Suara Mabes Sabang Soroti Kekosongan Kepengurusan MAA Selama Enam Bulan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Soeharto
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Media Suara Mabes | Sabang – Kepala Biro Media Suara Mabes Kota Sabang, Soeharto, menyoroti belum terbentuknya kepengurusan baru Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Sabang periode 2026-2030. Hingga akhir Juni 2026, kepengurusan baru MAA disebut belum terbentuk, sementara masa jabatan pengurus sebelumnya telah berakhir pada Desember 2025. Kepada Media Suara Mabes, Senin (29/6/2026), Soeharto menyayangkan […]

expand_less