Pengkol Culture Festival ke3 Resmi Dibuka: Harmoni Tradisi, Pelestarian Budaya, dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
- account_circle Supriyono
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- visibility 210
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jepara – Suasana meriah dan penuh kebersamaan menyelimuti kawasan Pasar Pengkol, Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Sabtu (13/6/2026), saat Pengkol Culture Festival #3 resmi dibuka.
Kegiatan yang dirangkai dengan Sedekah Bumi Kelurahan Pengkol dan Haul Mbah Ongkowijoyo ini menjadi simbol kuat sinergi antara pelestarian budaya, penguatan ekonomi kerakyatan, serta semangat gotong royong masyarakat.
Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, yang akrab disapa Gus Hajar. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita stan UMKM bersama unsur Forkopimcam Jepara sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 13–16 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Gus Hajar menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Pengkol yang mampu menjaga tradisi leluhur sekaligus mengembangkan ruang ekonomi masyarakat melalui festival budaya yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.
“Sedekah bumi dan Haul Mbah Ongkowijoyo bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan warga, melestarikan warisan budaya, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui UMKM,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara, lanjutnya, terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan budaya yang mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Pada festival tahun ini, sebanyak 27 stan UMKM dari berbagai RT dan RW di Kelurahan Pengkol turut ambil bagian dengan menampilkan beragam produk unggulan masyarakat.
Menurut Gus Hajar, geliat ekonomi masyarakat Jepara menunjukkan tren yang positif. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan yang terintegrasi dengan kegiatan masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mensosialisasikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Jepara, di antaranya Kartu Sarjana Jepara bagi keluarga kurang mampu, program pendidikan untuk anak putus sekolah, serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang saat ini mulai dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Jepara.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Pengkol, Siti Rohmatun, yang baru tiga hari menjalankan tugasnya, mengaku bangga melihat kekompakan masyarakat dalam menyukseskan festival budaya tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia, para donatur, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan meriah.
Selain memberikan apresiasi, Siti Rohmatun juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum memasuki masa denda pada bulan Agustus. Ia turut mengajak warga memanfaatkan berbagai program pendidikan gratis yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Ketua Panitia Pengkol Culture Festival #3, Cak Rudi, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari tradisi tahunan Haul Mbah Ongkowijoyo yang diperingati setiap 1 Muharam.
Sejak tahun 2024, Karang Taruna bersama Pemerintah Kelurahan Pengkol berinisiatif mengembangkan peringatan tersebut menjadi festival budaya dan bazar UMKM yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Pengkol memiliki banyak potensi ekonomi, mulai dari usaha kerupuk, tahu, tempe, hingga berbagai produk rumahan lainnya. Festival ini menjadi panggung bersama untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan festival tidak hanya bertujuan meningkatkan omzet UMKM, tetapi juga memperkuat keguyuban warga serta mempererat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan para pelaku usaha lokal.
Haul Mbah Ongkowijoyo menjadi bagian penting dari rangkaian acara karena tokoh tersebut diyakini sebagai salah satu sesepuh dan cikal bakal perkembangan wilayah Pengkol. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas budaya masyarakat setempat.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan festival, mulai dari bazar UMKM, pentas seni warga, kirab budaya dan gunungan, hiburan musik, senam bersama, hingga pengajian umum yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Mengusung semangat “Nguri-uri Budaya Leluhur”, Pengkol Culture Festival #3 tidak hanya menjadi perayaan budaya semata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan tradisi, ekonomi kreatif, dan semangat gotong royong masyarakat.
Festival ini menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata ketika dirawat bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kabupaten Jepara.
(Redaksi: priyono)
Jurnalis : Supriyono
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 29 Mei 2021 sebagai Kepala Biro (Kabiro) Kab. Jepara - Prov. Jawa Tengah. Email : supriyono@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar