Pertahanan Indonesia Abad ke-21: Perang Fondasi Jadi Kunci Menjaga Kedaulatan Bangsa
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- visibility 385
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perebutan Persepsi dan Legitimasi
Selain aspek fisik dan teknologi, tulisan tersebut juga menegaskan bahwa persepsi publik kini menjadi medan persaingan strategis yang tidak kalah penting.
Informasi yang beredar di ruang digital mampu membentuk persepsi, membangun kepercayaan, menciptakan legitimasi, dan pada akhirnya memengaruhi arah kebijakan serta masa depan suatu bangsa.
Oleh sebab itu, penguatan literasi digital, integritas penyelenggara negara, kepastian hukum, serta penguatan wawasan kebangsaan dinilai menjadi bagian penting dari Pertahanan Nir-Materi.
Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol menegaskan, menjaga pertahanan Indonesia di abad ke-21 tidak cukup hanya melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga melalui penguatan fondasi nonfisik bangsa.
“Menjaga kualitas sumber daya manusia, kedaulatan energi, keamanan data strategis, kohesi sosial, dan kepercayaan publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pertahanan nasional,” tegasnya.
Dengan demikian, konsep Perang Fondasi diharapkan dapat menjadi perspektif strategis dalam memperkuat Sistem Pertahanan Semesta Indonesia menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
(Suwoto)
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar