Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Ketika Tuhan Dipercaya, tetapi Nilainya Tidak Dihidupi: Refleksi Moralitas dan Peradaban

Ketika Tuhan Dipercaya, tetapi Nilainya Tidak Dihidupi: Refleksi Moralitas dan Peradaban

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Persoalan moralitas dalam kehidupan berbangsa tidak semata-mata dapat dilihat dari seberapa sering seseorang berbicara mengenai agama atau menjalankan ritual keagamaan. Hal yang dinilai lebih penting adalah sejauh mana nilai-nilai yang diyakini diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Pemikiran tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol melalui tulisannya berjudul “Ketika Tuhan Dipercaya, Tetapi Nilai-Nya Tidak Dihidupi: Membaca Paradoks Agama, Moralitas, dan Peradaban dari Skandinavia hingga Indonesia”, yang ditulis di Jakarta pada 23 Agustus 2026.

Dalam tulisannya, MJP Hutagaol membahas fenomena negara-negara Skandinavia yang secara umum dikenal memiliki tingkat religiositas formal relatif rendah, namun sejumlah negara di kawasan tersebut memiliki tingkat kepercayaan sosial, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan kesejahteraan yang relatif tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat serta-merta dimaknai bahwa rendahnya religiositas formal menyebabkan masyarakat menjadi lebih bermoral. Ada proses sejarah panjang yang turut membentuk kehidupan sosial di kawasan tersebut, termasuk pendidikan, hukum, demokrasi, institusi sosial, negara kesejahteraan, serta kebiasaan yang berkembang lintas generasi.

“Yang lebih penting untuk dipelajari bukan sekadar apakah masyarakatnya masih rajin datang ke gereja. Yang perlu dilihat adalah bagaimana sebuah nilai berubah menjadi kebiasaan,” tulis MJP Hutagaol.

Ia menggambarkan proses pembentukan peradaban melalui rangkaian nilai, pendidikan, kebiasaan, budaya, institusi, hukum, kepercayaan, hingga peradaban. Menurutnya, nilai moral akan memiliki daya transformasi apabila tidak berhenti sebagai ajaran, tetapi diterjemahkan dalam perilaku dan sistem kehidupan masyarakat.

Indonesia Dinilai Memiliki Modal Nilai yang Kuat

Dalam konteks Indonesia, MJP Hutagaol menilai bangsa Indonesia memiliki banyak sumber nilai moral yang tumbuh dari tradisi masyarakat Nusantara dan berbagai ajaran keagamaan.

Budi pekerti, gotong royong, musyawarah, penghormatan terhadap orang tua, kepedulian terhadap sesama, serta penghormatan terhadap alam merupakan bagian dari nilai yang berkembang dalam masyarakat.

Berbagai tradisi keagamaan dan kebudayaan kemudian berinteraksi dalam perjalanan sejarah Indonesia. Pancasila juga menjadi salah satu fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama.

Karena itu, menurut MJP Hutagaol, tantangan Indonesia bukan kekurangan nilai moral, melainkan bagaimana memperkecil jarak antara keyakinan dan tindakan.

Ia mencontohkan, seseorang dapat berbicara mengenai kejujuran, tetapi dalam praktiknya melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai tersebut. Demikian pula keadilan akan menghadapi ujian ketika seseorang memiliki kekuasaan atau kepentingan tertentu.

Nilai Diuji Saat Tidak Ada Pengawasan

MJP Hutagaol berpandangan bahwa ujian moral justru muncul ketika seseorang memiliki kesempatan melakukan penyimpangan tanpa diketahui orang lain.

Kejujuran diuji ketika seseorang mengelola sesuatu yang bukan miliknya. Keadilan diuji ketika memiliki kewenangan. Tanggung jawab diuji ketika tidak ada pengawasan, sementara kepedulian diuji ketika berhadapan dengan pihak yang lebih lemah.

“Ukuran terakhir sebuah nilai bukan seberapa sering nilai itu diucapkan. Ukuran terakhirnya adalah apakah ia hidup dalam tindakan,” tulisnya.

Menurutnya, pembelajaran dari negara-negara Skandinavia tidak harus diarahkan pada perdebatan mengenai keberadaan Tuhan, melainkan pada bagaimana nilai moral diterjemahkan menjadi perilaku dan kemudian diperkuat melalui institusi sosial.

Dari Nilai Menuju Peradaban

MJP Hutagaol menilai pembangunan peradaban merupakan proses panjang. Nilai perlu ditanamkan melalui pendidikan, kemudian menjadi kebiasaan, berkembang menjadi budaya, diperkuat oleh institusi, serta dijaga melalui hukum yang diterapkan secara konsisten.

Ketika proses tersebut berjalan, kepercayaan sosial dapat tumbuh dan menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang tertib dan berkeadilan.

Refleksi tersebut pada akhirnya menempatkan kehidupan beragama, moralitas, institusi, dan pembangunan peradaban sebagai hal yang dapat saling menguatkan.

Pesan utama tulisan MJP Hutagaol adalah bahwa keyakinan tidak cukup hanya dinyatakan melalui ucapan dan simbol. Nilai yang diyakini perlu hadir dalam tindakan nyata, termasuk kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

“Tuhan tidak hanya perlu diucapkan. Nilai-Nya harus dihidupi.”

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-80 Kodam III/Slw Gelar Bazar UMKM

    HUT ke-80 Kodam III/Slw Gelar Bazar UMKM

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., membuka secara resmi kegiatan Bazar UMKM dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kodam III/Siliwangi Tahun 2026, yang digelar di area Taman Merdeka Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Senin (18/05/2026). Kegiatan Bazar UMKM tersebut diikuti oleh satuan jajaran Kodam III/Siliwangi bekerja sama […]

  • Pangdam XII/Tpr Tegaskan Penanganan Karhutla Kalbar Membaik, Hotspot Terus Menurun

    Pangdam XII/Tpr Tegaskan Penanganan Karhutla Kalbar Membaik, Hotspot Terus Menurun

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Tren penurunan titik panas atau hotspot mulai terlihat seiring semakin masifnya pengerahan personel dan penguatan operasi pemadaman di sejumlah wilayah terdampak. Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa TNI berkomitmen mendukung […]

  • CoC UBP Saguling Jadi Wadah Kolaborasi dan Penyelarasan Informasi bagi Seluruh Insan PLN Indonesia Power

    CoC UBP Saguling Jadi Wadah Kolaborasi dan Penyelarasan Informasi bagi Seluruh Insan PLN Indonesia Power

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 213
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung Barat – PLN Indonesia Power UBP Saguling menyelenggarakan kegiatan Code of Conduct (CoC) sebagai forum komunikasi yang mempertemukan manajemen dengan seluruh pegawai dalam satu wadah kolaborasi, penyelarasan informasi, dan penguatan budaya perusahaan. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang bertujuan membangun komunikasi yang terbuka sekaligus memastikan seluruh insan UBP Saguling memiliki pemahaman yang […]

  • PERANG FONDASI EKONOMI GLOBAL: BlackRock, George Soros, Elon Musk, dan Pergeseran Pusat Kekuatan Dunia

    PERANG FONDASI EKONOMI GLOBAL: BlackRock, George Soros, Elon Musk, dan Pergeseran Pusat Kekuatan Dunia

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 522
    • 0Komentar

    BAGIAN I PERGESERAN PUSAT KEKUATAN DUNIA Dari Dominasi Militer Menuju Dominasi Energi, Data, dan Persepsi MediaSuaraMabes | Jakarta – Selama berabad-abad, kekuatan suatu negara diukur dari kemampuan mempertahankan wilayah, membangun angkatan bersenjata yang tangguh, serta memenangkan peperangan. Sejarah mencatat bahwa lahir dan runtuhnya berbagai imperium dunia hampir selalu ditentukan oleh kemampuan menguasai kekuatan militer, sumber […]

  • Aipda Raja Faisal Mushawir Hadir di Saat Duka Warga : Polri Untuk Masyarakat photo_camera 6

    Aipda Raja Faisal Mushawir Hadir di Saat Duka Warga : Polri Untuk Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, ‎Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmennya hadir di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Aipda Raja Faisal Mushawir, S.H., personel Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas. Sejak tahun 2017, yang bersangkutan secara sukarela melayani masyarakat dengan mengemudikan mobil jenazah untuk mengantar warga dalam proses pemakaman. ‎ ‎Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan […]

  • Kajian Kitab Al-Adzkar di Cileungsi Bahas Fiqih Kurban dan Keutamaan 10 Hari Zulhijjah

    Kajian Kitab Al-Adzkar di Cileungsi Bahas Fiqih Kurban dan Keutamaan 10 Hari Zulhijjah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Media Suara Mabes | Jakarta — Kajian Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang digelar di Masjid Rabiatul Adawiyah pada Minggu (24/5/2024), mengangkat tema “Fiqih Tentang Berkurban” dengan pemateri Ustadz Ahmad Muti, Lc., M.S.I. Dalam kajian tersebut, Ustadz Ahmad Muti menjelaskan tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Zulhijjah yang disebut sebagai hari-hari paling mulia dalam Islam. […]

expand_less