Tadabbur Alam (Danau Maninjau) : Libas Menyulut Api Kepedulian Dalam Dunia Pendidikan
- account_circle Muhammad Yaman
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- visibility 178
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Agam – Ada peristiwa yang mengubah arah hati, ada momen yang membuka mata hati. Dan bagi Lingkung Baraya Sunda (LIBAS), itulah yang terjadi pasca kegiatan tadabbur alam beberapa hari yang lalu dengan bercengrama dengan alam sambil memancing dibalut tawa canda ria penuh kekeluargaan penuh persaudaraan hingga hari ini masih tersimpan dalam benak.
Saat kita menyadari betapa luasnya kasih sayang Tuhan pada ciptaan-Nya, betapa besarnya tanggung jawab kita untuk menjaga dan menerangi kehidupan—semangat itu meledak menjadi langkah nyata yang tak tertahan.
Perjalanan LIBAS menuju dunia pendidikan kini berubah menjadi lebih dalam, lebih luas, dan lebih menyentuh inti.
Bukan sekadar berbagi materi, bukan hanya mengumpulkan dana, Libas mampu belajar bahwa pendidikan adalah pemberian yang utuh—menyentuh harta, menyentuh tenaga, hingga menyentuh jiwa.
Tadabbur danau Maninjau beberapa hari lalu itu membuka mata hati dalam membangun masa depan bukan hanya soal memberi makan badan, tapi memberi cahaya bagi akal dan nurani anak-anak bangsa.
Semangat ini kemudian disatukan dalam langkah nyata menyambut tahun ajaran baru, menyempurnakan wajah Pondok Pesantren Al-Irfaan.
Gerakan ini tegak berkat dukungan penuh tokoh-tokoh penting seperti Asep Susanto, Asep Nurdin, Ade Jalaluddin, Mas Gondrong, Iwan, Deny, Ayi, Sarkim, serta deretan saudara mulia yang dengan rendah hati tidak bisa sisebutkan namanya satu persatu.
Mereka membuktikan bahwa kebaikan sejati lahir dari hati yang terbangun oleh kebesaran Tuhan.
Dari bantuan ratusan ribu rupiah hingga sumbangan material senilai hampir 3 juta rupiah—setiap rupiah, setiap tenaga, setiap doa yang terkirim, adalah bukti nyata: apa yang kita renungkan di alam bebas kini kita wujudkan dalam bangunan ilmu.
Seluruh pengurus LIBAS menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya, bahwa solisitas dan solidaritas yang mengubah renungan menjadi amal, dan menjadikan tadabbur itu sebagai pelita bagi anak-anak kita.
Bukan hanya soal tembok yang dicat rapi, di momen ini Asep Nurdin meminta dan memanjatkan doa : semoga Allah Yang Maha Menyembuhkan segera mengangkat sakit Bapak dari Ketua Libas yang sedang dirawat di RS Majalengka, mengembalikannya sehat walafiat seperti sedia kala.
Libas, melalui Asep Nurdin mendoakan semoga Allah melipatgandakan rezeki, melimpahkan keberkahan pada harta dan keluarga, dan menjadikan setiap kebaikan ini sebagai cahaya yang menyertai kalian di dunia dan akhirat.
Bantuan bisa juga disalurkan melalui :
Bank BRI
No. Rekening: 543101018850534
a.n: Yesi Fitriani
Konfirmasi ke Kang Sarkim, grup, atau Yessi Fitriani dengan menyertakan nama dan nominal.
Jejak kebaikan sebagai bukti cinta pada ilmu dan masa depan anak bangsa:
1. Kang Tino ✅
2. Jema’ah Ustadz Asep ✅
3. Kang Mulyadi ✅
4. Kang Icang ✅
5. Kang Iwan Chandra ✅
6. Kang Budi Saefudin ✅
7. Mas Gondrong ✅
8. Kang Rico Counter ✅
9. Mas Isrul Lubis ✅
10. Kang Ayi Wahyu ✅
11. Kang Hadi Salo ✅
12. Kang Yusuf Kerupuk ✅
13. Kang Ade Lapis Legit ✅
14. Ustadz Handi ✅
15. Mas Adit – ✅
16. Rian Sarkim ✅
17. Kang Nandang Bonjo ✅
18. Adit (ponakan Kang Sarkim) ✅
19. Kang Edi Bengkel ✅
20. Hamba Alloh ✅
21. Zul Ikhsan ✅
Gerakan ini tegak berkat dukungan tokoh-tokoh penting dalam Libas, tak peduli besar atau kecilnya pemberian, semua setara di sisi Allah. Semoga rezeki kalian diganti berlipat ganda, keluarga diberkahi, dan sumbangan ini menjadi cahaya yang menyertai kalian di dunia dan akhirat.
(YamanLbs)
Jurnalis : Muhammad Yaman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar