PERANG FONDASI DARI DALAM: Ketika Bangsa Kaya Mulai Kehilangan Kepercayaan kepada Dirinya Sendiri
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
- visibility 422
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perang Persepsi dan Pengaruh Media Digital
Selain energi dan data, Hutagaol menilai bahwa persepsi publik kini menjadi medan pertempuran baru yang sangat menentukan.
Media sosial dan algoritma digital mampu membentuk opini, emosi, bahkan arah politik suatu bangsa dalam waktu singkat. Informasi yang viral dapat memicu kepanikan, konflik sosial, maupun perubahan sikap masyarakat secara masif.
Menurutnya, banyak orang tidak menyadari bahwa pola pikir, kebutuhan, hingga ketakutan mereka dapat dipengaruhi secara perlahan melalui sistem digital yang terus berkembang.
Tantangan Indonesia: Krisis Kepercayaan Terhadap Diri Sendiri
Dalam konteks Indonesia, Hutagaol menyoroti pentingnya membangun kembali kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri dalam mengelola sumber daya strategis nasional.
Ia menilai persoalan yang muncul bukan semata-mata mengenai keterlibatan pihak asing atau lokal dalam pengelolaan sumber daya, melainkan mengapa masyarakat mulai meragukan kemampuan moral anak bangsa untuk menjaga kekayaan negara.
“Masalah terbesar sebuah bangsa bukan ketika kekayaan alamnya diambil pihak lain, tetapi ketika bangsa itu mulai kehilangan kepercayaan terhadap kualitas moral manusianya sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan menguatnya kepentingan pribadi di atas kepentingan bangsa menjadi faktor yang dapat melemahkan fondasi moral negara.
Jika kondisi tersebut terus terjadi, masyarakat berpotensi merasa lebih percaya kepada pihak luar dibanding kepada sumber daya manusia bangsanya sendiri.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar