Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Pengadaan Kitab Dinas Dayah Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah, Pasca Pemulihan Bencana

Pengadaan Kitab Dinas Dayah Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah, Pasca Pemulihan Bencana

  • account_circle Hanafiah
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Banda Aceh – Ketegasan dan transparansi Dinas Pendidikan Dayah Aceh dalam penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh terhadap pengadaan Al-Qur’an dan kitab senilai Rp50,53 Miliar ,pasca pemulihan bencana terlihat jelas.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, melalui Kepala Bidang Manajemen Sarana dan Prasarana sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Lian Sofyan, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Aceh dalam mendukung kebutuhan pembelajaran santri di dayah.

Menurut Lian, penyediaan Al-Qur’an dan kitab tersebut diarahkan kepada 286 dayah dengan sasaran sebanyak 36.171 santri, yang terdiri dari santri pada tiga jenjang pendidikan, yaitu Ula, Wustha dan Ulya.

“Program ini pada prinsipnya merupakan bentuk perhatian Pemerintah Aceh untuk mendukung keberlangsungan pendidikan dayah, khususnya dalam membantu tersedianya bahan pembelajaran yang dibutuhkan para santri,” kata Lian kepada redaksi, Jumat.

Berdasarkan data perencanaan program, alokasi penerima manfaat terdiri dari 26.382 santri jenjang Ula, 5.917 santri jenjang Wustha, dan 3.872 santri jenjang Ulya.

Dengan demikian, jumlah santri yang menjadi sasaran program mencapai 36.171 santri. Sementara total jumlah santri dayah di Aceh tercatat sebanyak 252.933 santri.

Lian menegaskan, data tersebut menunjukkan bahwa program penyediaan kitab ini belum dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan kitab bagi seluruh santri di Aceh, melainkan merupakan dukungan Pemerintah Aceh yang dilaksanakan berdasarkan kemampuan anggaran, perencanaan dan prioritas kebutuhan.

“Jumlah santri kita sangat besar. Karena itu, program ini tentu belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan santri di Aceh. Namun, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi santri dan dayah yang menjadi penerima,” ujarnya.

Menurut Lian, kebutuhan Al-Qur’an dan kitab merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran di dayah. Tidak semua santri memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk memenuhi kebutuhan bahan pembelajaran secara mandiri.

Selain itu, penyediaan kitab juga diharapkan dapat memberikan dukungan kepada dayah yang berada di wilayah yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi dan banjir pada November 2025.

“Bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat dan sarana fisik, tetapi juga terhadap aktivitas pendidikan. Karena itu, dukungan terhadap kebutuhan pembelajaran santri, termasuk penyediaan Al-Qur’an dan kitab, menjadi bagian dari perhatian pemerintah agar proses pendidikan tetap berjalan,” jelas Lian.

Harga Pengadaan

Terkait sorotan mengenai harga sejumlah kitab yang dibandingkan dengan harga pada marketplace, Lian menjelaskan bahwa sebelum proses pengadaan dilaksanakan, Dinas Pendidikan Dayah Aceh telah melakukan proses perencanaan dan pengumpulan informasi harga, termasuk survei kepada sejumlah toko atau penyedia kitab.

Menurutnya, perbandingan harga harus dilakukan secara setara atau apple-to-apple, dengan memperhatikan kesamaan jenis barang, judul, penerbit, spesifikasi, kualitas, jumlah, waktu transaksi, lokasi pengiriman dan kondisi transaksi.

“Dalam harga pengadaan terdapat beberapa komponen yang harus dilihat secara keseluruhan. Pengadaan pemerintah tidak hanya melihat harga barang, tetapi juga struktur transaksi, termasuk aspek perpajakan, distribusi atau pengiriman, pemenuhan spesifikasi dan volume, serta komponen lain yang secara sah melekat pada transaksi pengadaan,” katanya.

Karena itu, menurut Lian, harga yang ditampilkan pada marketplace tidak dapat secara langsung dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan kewajaran harga tanpa terlebih dahulu memastikan kesetaraan barang dan kondisi transaksinya.

Dinas Pendidikan Dayah Aceh, kata Lian, tetap terbuka terhadap data pembanding maupun masukan dari masyarakat dan media.

“Kalau ada data atau informasi yang perlu diklarifikasi, kami terbuka untuk melakukan pengecekan berdasarkan dokumen dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kritik dan masukan masyarakat merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah,” ujarnya.

71 Paket dan 10 Penyedia

Berdasarkan data sistem e-procurement INAPROC, pengadaan Al-Qur’an dan kitab tersebut tercatat dengan nilai Rp50.532.491.850, yang terdiri dari 71 paket pekerjaan dan melibatkan 10 perusahaan penyedia.

Sementara berdasarkan data pagu program penyediaan kitab, total pagu tercatat sebesar Rp52.237.727.750.

Lian menegaskan bahwa pelaksanaan pengadaan tersebut dilakukan dalam kerangka peraturan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta diarahkan untuk memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi dan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana program ini dapat memberikan manfaat kepada santri dan dayah penerima. Kami menghargai perhatian publik dan media, serta berkomitmen memberikan penjelasan berdasarkan data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Dinas Pendidikan Dayah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola program, meningkatkan transparansi serta memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran Pemerintah Aceh memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya bagi keberlangsungan pendidikan dayah dan para santri di Aceh.

Redaksi: Hanafiah

Hanafiah

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 5 Agustus 2023 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Aceh. Email : hanafiah@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Lahan Tidur ke Harapan Baru: Kisah Petani Cikalongwetan yang Kembali Berdaya photo_camera 4

    Dari Lahan Tidur ke Harapan Baru: Kisah Petani Cikalongwetan yang Kembali Berdaya

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung Barat – Di bawah terik matahari Kabupaten Bandung Barat (KBB), senyum Ita Sumitra (60) mengembang sempurna. Tangannya yang legam kini menggenggam erat tongkol jagung hibrida yang siap panen. Bagi Ita dan puluhan petani di Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, hamparan hijau jagung di perbukitan itu bukan sekadar tanaman, melainkan simbol lahirnya kembali harapan hidup […]

  • Ketua DPD PAN Kabupaten Ogan Komering Ulu Yudi Purna Nugraha (YPN) Resmikan 1.200 Relawan Siap Hadapi Pemilu 2029

    Ketua DPD PAN Kabupaten Ogan Komering Ulu Yudi Purna Nugraha (YPN) Resmikan 1.200 Relawan Siap Hadapi Pemilu 2029

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Erhamudin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Baturaja OKU Sumsel – Sebanyak 1.200 relawan berhasil dihimpun dan resmi dilantik dalam agenda Pelantikan Relawan H. Iskandar sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN OKU di Gedung Kesenian Baturaja, Senin (3/8/2026). Di hadapan H. Iskandar dan Ketua DPW PAN Sumatera Selatan Dr. H. Joncik Muhammad, YPN menegaskan relawan yang dibentuk akan menjadi […]

  • Hadir Untuk Masyarakat:Aksi Nyata Kapolsek Matan Hilir Selatan Bersama Forkopimcam Laksanakan Bakti Sosial Penambalan Jalan Berlubang

    Hadir Untuk Masyarakat:Aksi Nyata Kapolsek Matan Hilir Selatan Bersama Forkopimcam Laksanakan Bakti Sosial Penambalan Jalan Berlubang

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta memperkuat sinergitas lintas sektor, Kapolsek Matan Hilir Selatan AKP Sigunari, S.H., bersama personel Polsek Matan Hilir Selatan melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa penambalan jalan berlubang pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan dilaksanakan di ruas jalan Desa Sungai Bakau hingga Desa Pesaguan Kiri, Kecamatan Matan Hilir […]

  • Menggapai Umur yang Barakah, Ustadz Muhammad Taufiq Daud: Semakin Bertambah Usia, Semakin Baik Amalnya

    Menggapai Umur yang Barakah, Ustadz Muhammad Taufiq Daud: Semakin Bertambah Usia, Semakin Baik Amalnya

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bogor — Kajian bertajuk “Menggapai Umur yang Barakah” disampaikan Ustadz Muhammad Taufiq Daud, M.P.H., M.A. di Masjid Darussalam Kota Wisata, Jumat (31/7/2026). Kajian tersebut mengajak jamaah melakukan muhasabah terhadap umur, ilmu, harta, jabatan, dan kesehatan yang telah Allah SWT anugerahkan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhammad Taufiq Daud mengingatkan bahwa panjangnya usia seseorang bukanlah ukuran […]

  • Perkuat Hubungan Bilateral, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sambut Kunjungan Dubes Palestina di Jakarta

    Perkuat Hubungan Bilateral, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sambut Kunjungan Dubes Palestina di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Abdalfatah A.K. Alsattari, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Rabu (25/2). Pertemuan diplomatik ini menjadi momentum penting dalam mempertegas posisi Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina. Menhan Sjafrie menyambut hangat kehadiran Dubes Alsattari sebagai […]

  • Musuh Tidak Perlu Terlihat, Ketika Perang Berubah dari Berhadapan Menjadi Mengetahui

    Musuh Tidak Perlu Terlihat, Ketika Perang Berubah dari Berhadapan Menjadi Mengetahui

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia memahami peperangan. Jika perang konvensional identik dengan pertemuan langsung antara pasukan dan lawan di medan tempur, peperangan modern semakin bergantung pada kemampuan mendeteksi, mengolah, menghubungkan, dan memahami informasi. Dalam konteks tersebut, kemampuan Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR) menjadi semakin penting. NATO mengenal konsep Joint Intelligence, […]

expand_less