Kerusuhan Eropa Jadi Peringatan bagi Indonesia, Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Soroti Energi, Data, dan Persepsi
- account_circle Suwoto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ESTOM sebagai Kerangka Deteksi Dini
Selain Perang Fondasi, Hutagaol mengajukan pendekatan ESTOM sebagai kerangka untuk mengubah identifikasi risiko menjadi tindakan.
ESTOM mencakup lima tahapan, yakni Environment untuk memetakan lingkungan strategis, Sensing untuk mendeteksi perubahan, Thinking untuk menganalisis penyebab dan skenario, Operation untuk menjalankan tindakan, serta Maneuver untuk mengevaluasi dan menyesuaikan kebijakan.
Melalui pendekatan ini, peringatan dini diharapkan tidak berhenti pada pengumpulan informasi, tetapi menjadi dasar pengambilan keputusan dan tindakan korektif yang terukur.
Tujuh Rekomendasi Penguatan Ketahanan Nasional
Hutagaol mengemukakan tujuh langkah yang dapat dipertimbangkan pemerintah, yaitu:
- Membangun sistem peringatan dini lintas sektor yang mengintegrasikan indikator energi, pangan, pekerjaan, pendidikan, dan daya beli.
- Memperkuat rantai pasok strategis serta mengantisipasi risiko impor dan distribusi.
- Mengevaluasi efektivitas subsidi dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
- Memperkuat saluran pengaduan dan dialog publik.
- Meningkatkan transparansi komunikasi pemerintah melalui informasi yang dapat diverifikasi.
- Memisahkan penanganan keamanan dari penyelesaian persoalan sosial, dengan tetap menghormati hak masyarakat.
- Melaksanakan simulasi dan evaluasi berkala untuk menguji kesiapan menghadapi gangguan energi, kenaikan harga pangan, dan tekanan ekonomi.
Rekomendasi tersebut merupakan pandangan analitis Hutagaol, bukan kebijakan resmi pemerintah.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar