Kerusuhan Eropa Jadi Peringatan bagi Indonesia, Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Soroti Energi, Data, dan Persepsi
- account_circle Suwoto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Stabilitas Dibangun Sebelum Krisis
Hutagaol menilai, ketahanan nasional perlu bergerak dari pendekatan reaktif menuju pendekatan antisipatif. Pemerintah perlu mengenali kerentanan lebih awal, menganalisis penyebab, menentukan respons yang tepat, dan mengevaluasi hasilnya secara berkala.
Pengalaman Eropa tidak berarti Indonesia pasti menghadapi kerusuhan serupa. Namun, perkembangan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional berdasarkan data dan kondisi domestik.
Dalam kerangka yang diusulkan, Perang Fondasi berfungsi membaca hubungan energi, data, dan persepsi, sedangkan ESTOM menjadi alur analisis dan tindakan.
Stabilitas yang kuat bukan berarti masyarakat tidak boleh menyampaikan kritik. Stabilitas yang sehat ditopang oleh ruang aspirasi yang aman, pelayanan publik yang berfungsi, informasi yang dapat diperiksa, serta kesediaan pemerintah memperbaiki kebijakan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Bagi Indonesia, tantangan utamanya adalah memastikan berbagai kerentanan dapat dikenali dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Catatan redaksi: Kerangka Perang Fondasi dan ESTOM serta rekomendasi kebijakan dalam tulisan ini merupakan analisis yang disampaikan oleh penulis, bukan pernyataan resmi pemerintah.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar