Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Ketika Hasil Berbicara, Keputusan Strategis Harus Siap Dikoreksi Kenyataan

Ketika Hasil Berbicara, Keputusan Strategis Harus Siap Dikoreksi Kenyataan

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol kembali mengembangkan pemikiran mengenai ESTOM (Environment, Sensing, Thinking, Operation, dan Maneuver) melalui Seri Memahami ESTOM #15 berjudul “Ketika Hasil Berbicara: Dari Maneuver Menuju Feedback dan Pembelajaran.”

Dalam seri yang diterbitkan di Jakarta, 24 Agustus 2026, Hutagaol menempatkan hasil sebagai instrumen penting untuk menguji sebuah keputusan strategis. Menurutnya, keputusan strategis tidak dapat dianggap sebagai kebenaran permanen, melainkan hipotesis yang harus diuji melalui kenyataan.

“Keputusan strategis bukan kebenaran yang abadi. Ia adalah hipotesis yang akan diuji oleh kenyataan.”

Hutagaol menjelaskan, banyak organisasi masih menjadikan aktivitas sebagai ukuran utama keberhasilan. Program yang selesai, anggaran yang terserap, pembangunan fisik yang tuntas, pelatihan yang terlaksana hingga laporan yang diselesaikan kerap dianggap sebagai indikator keberhasilan.

Padahal, ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang dihasilkan.

“Aktivitas bukan hasil. Output bukan selalu outcome. Dan outcome belum tentu menjadi dampak.”

Maneuver Bukan Titik Akhir

Dalam kerangka ESTOM, maneuver bukan merupakan titik akhir proses. Setelah sebuah tindakan dilakukan, lingkungan akan kembali bergerak. Kebijakan dapat memunculkan reaksi masyarakat dan pasar, pesaing dapat menyesuaikan diri, sementara teknologi, biaya dan kondisi sosial juga dapat berubah.

Perubahan tersebut kemudian membentuk environment baru.

Karena itu, hasil dari sebuah tindakan perlu diamati untuk menguji apakah asumsi dan keputusan yang mendasarinya benar-benar sesuai dengan kenyataan.

Membedakan Aktivitas, Output, Outcome dan Dampak

Hutagaol juga menekankan pentingnya membedakan aktivitas, output, outcome dan dampak.

Aktivitas merupakan sesuatu yang dikerjakan. Output adalah hasil langsung dari kegiatan. Outcome merupakan perubahan setelah output digunakan, sedangkan dampak adalah perubahan yang lebih luas dan berjangka panjang.

Sebagai contoh, pembangunan jaringan irigasi merupakan aktivitas, saluran yang selesai dibangun adalah output, meningkatnya ketersediaan air pertanian menjadi outcome, sementara peningkatan produktivitas dan pendapatan petani serta ketahanan pangan dapat menjadi dampak.

Dengan demikian, keberhasilan tidak cukup diukur dari selesainya proyek.

“Selesai dibangun belum berarti selesai masalahnya.”

Angka Besar Tidak Selalu Berarti Hasil Besar

Hutagaol mengingatkan organisasi agar tidak terjebak pada besarnya angka aktivitas. Misalnya, 10.000 orang mengikuti pelatihan merupakan angka yang besar. Namun, ukuran yang lebih substantif adalah berapa orang yang benar-benar memperoleh keterampilan, mendapatkan pekerjaan, meningkatkan produktivitas atau mengalami peningkatan pendapatan.

Hal serupa berlaku dalam pendidikan, pelayanan publik maupun pembangunan.

Dalam konteks digitalisasi pemerintahan, Estonia disebut sebagai contoh bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah aplikasi, tetapi oleh kemampuan sistem untuk saling terhubung dan memberikan pelayanan yang sederhana, aman dan efisien.

Rwanda digunakan sebagai pembelajaran melalui performance contracts sistem Imihigo, sedangkan Inggris melalui Magenta Book menekankan pentingnya evaluasi untuk mengetahui apakah suatu intervensi benar-benar bekerja, seberapa besar perubahan yang terjadi dan berapa biaya yang dibutuhkan.

Selandia Baru juga menjadi contoh melalui Wellbeing Budget, yang memperluas perhatian kebijakan pada kesejahteraan, kesehatan, lingkungan, kapasitas manusia, komunitas dan keberlanjutan antargenerasi.

Dari berbagai contoh tersebut, Hutagaol menegaskan bahwa anggaran merupakan input dan program merupakan instrumen, sedangkan tujuan akhirnya adalah perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Feedback Menjadi “Mata Sistem”

Setelah maneuver dilakukan, hasil yang muncul menghasilkan informasi. Informasi tersebut menjadi feedback bagi organisasi.

Feedback dapat menunjukkan keberhasilan, keberhasilan sebagian, kegagalan, bahkan keberhasilan yang sekaligus menimbulkan persoalan baru.

Karena itu, feedback tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman bagi pembuat keputusan. Sebaliknya, feedback merupakan “mata sistem” untuk melihat kondisi aktual.

Hutagaol juga mengingatkan bahaya confirmation bias, yaitu kecenderungan menerima informasi yang mendukung keputusan sebelumnya dan mengabaikan informasi yang bertentangan. Jika hal ini terjadi, organisasi dapat terlihat berhasil berdasarkan laporan internal, tetapi kehilangan kemampuan membaca kenyataan.

Kegagalan Adalah Data untuk Belajar

Kegagalan sebuah pilot project tidak selalu berarti usaha tersebut sia-sia. Kegagalan dapat memberikan informasi mengenai asumsi yang keliru, teknologi yang belum siap, biaya terlalu tinggi, rendahnya penerimaan masyarakat maupun persoalan implementasi.

Evaluasi juga perlu membedakan antara strategi yang salah dan pelaksanaan yang buruk.

Dua pertanyaan penting yang harus dijawab adalah:

Apakah kita melakukan hal yang benar?

dan

Apakah kita melakukannya dengan benar?

ESTOM sebagai Siklus Pembelajaran

Hutagaol kemudian merangkai ESTOM sebagai sebuah siklus pembelajaran:

Environment → Sensing → Thinking → Operation → Maneuver → Hasil → Feedback → Sensing kembali → Thinking kembali.

Dengan demikian, ESTOM tidak hanya menjadi kerangka pengambilan keputusan strategis, tetapi juga siklus pembelajaran organisasi.

Organisasi yang kuat, menurut Hutagaol, tidak cukup bertanya apa yang telah dikerjakan. Organisasi harus mampu menjawab apa yang berubah, mengapa perubahan terjadi, apakah perubahan tersebut berkaitan dengan tindakan yang dilakukan, apa yang tidak diperkirakan sebelumnya, dan apa yang harus dipelajari.

Pada penutup Seri Memahami ESTOM #15, Hutagaol menegaskan bahwa tantangan berikutnya adalah membangun organisasi yang terus belajar, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.

Gagasan tersebut akan dilanjutkan melalui Seri Memahami ESTOM #16: “Organisasi yang Tidak Pernah Selesai Belajar — Dari Feedback Menuju Adaptive Organization.”

Seri berikutnya akan membahas bagaimana budaya, struktur, kepemimpinan, data dan mekanisme koreksi dapat dibangun agar kemampuan belajar organisasi tidak bergantung pada satu orang.

Jakarta, 24 Agustus 2026

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi Hadiri Upacara di Gedung Sate

    Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi Hadiri Upacara di Gedung Sate

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung – Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Jawa Barat digelar khidmat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi turut hadir bersama Forkopimda Jawa Barat dan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat. Upacara bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini diikuti sekitar 1.000 peserta. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, S.H., […]

  • Wamenhan Terima Audiensi Bupati Nias Barat, Bahas Penguatan Pertahanan Kepulauan dan Infrastruktur

    Wamenhan Terima Audiensi Bupati Nias Barat, Bahas Penguatan Pertahanan Kepulauan dan Infrastruktur

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mewakili Menteri Pertahanan menerima audiensi Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal strategis terkait penguatan pertahanan wilayah kepulauan serta pembangunan infrastruktur pendukung di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Nias Barat dinilai memiliki posisi strategis karena berada […]

  • TNI AU Perkuat Tata Kelola Pemenuhan Perumahan Prajurit dan Pengelolaan Persediaan photo_camera 6

    TNI AU Perkuat Tata Kelola Pemenuhan Perumahan Prajurit dan Pengelolaan Persediaan

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus memperkuat tata kelola organisasi, khususnya dalam pemenuhan sarana perumahan prajurit dan pengelolaan persediaan yang akuntabel. Komitmen tersebut disampaikan Inspektur Jenderal TNI Angkatan Udara (Irjenau) Marsdya TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr.(Han)., CHRMP., melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wairjenau Marsda TNI Easter Hariyanto pada Entry Meeting Pemeriksaan […]

  • Pimpin Apel Pagi, Kapolda Sulteng Ingatkan Anggota Jaga Marwah Institusi Polri

    Pimpin Apel Pagi, Kapolda Sulteng Ingatkan Anggota Jaga Marwah Institusi Polri

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Sudarnarto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Palu – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng), Brigjen Pol. Nasri, menegaskan bahwa seluruh personel Polri adalah aset berharga institusi yang wajib menjaga integritas dan marwah Kepolisian. Pesan kuat ini disampaikan langsung saat memimpin apel pagi di Lapangan Apel Polda Sulteng, Jalan Soekarno Hatta, Senin (8/6/2026). Apel pagi yang dimulai pukul 08.00 WITA […]

  • Tegakkan Disiplin Dan Profesionalisme, Sipropam Polres Ketapang Gelar Gaktiplin Usai Apel Pagi

    Tegakkan Disiplin Dan Profesionalisme, Sipropam Polres Ketapang Gelar Gaktiplin Usai Apel Pagi

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 78
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme anggota Polri, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Ketapang melaksanakan kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktiplin) terhadap personel Polres Ketapang seusai pelaksanaan apel pagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan internal guna memastikan setiap personel tetap mematuhi aturan serta menjaga sikap dan perilaku sebagai […]

  • Menang Telak Lawan Oman 3-0, Pertanda Regenerasi Timnas Indonesia Berjalan Baik dan Momentum Kebangkitan Menuju Piala Dunia

    Menang Telak Lawan Oman 3-0, Pertanda Regenerasi Timnas Indonesia Berjalan Baik dan Momentum Kebangkitan Menuju Piala Dunia

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Kemenangan meyakinkan Timnas Indonesia atas Oman dengan skor 3-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026), menjadi sinyal kuat bahwa proses regenerasi skuad Garuda berjalan di jalur yang tepat. Lebih dari sekadar kemenangan, laga ini menghadirkan optimisme baru bagi publik sepak bola nasional bahwa Indonesia tengah membangun […]

expand_less