Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Mazhab Nusantara: Menggali Warisan Pemikiran Bangsa untuk Menjawab Tantangan Zaman AI

Mazhab Nusantara: Menggali Warisan Pemikiran Bangsa untuk Menjawab Tantangan Zaman AI

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Gagasan Mazhab Nusantara mengajak masyarakat Indonesia meninjau kembali warisan pengetahuan, kebudayaan, dan nilai-nilai lokal sebagai landasan membangun pemikiran bangsa yang relevan dengan tantangan zaman modern, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi, energi, dan persaingan global.

Gagasan tersebut dituangkan MJP Hutagaol ’86 dalam tulisan berseri bertajuk Mazhab Nusantara, Seri 1: Lahirnya Mazhab Nusantara. Tulisan ini menekankan pentingnya menempatkan Nusantara bukan sekadar sebagai wilayah geografis dan warisan sejarah, melainkan juga sebagai ruang tumbuhnya pengetahuan, pengalaman sosial, serta cara berpikir yang berkembang melalui perjumpaan berbagai kebudayaan.

Menurut gagasan yang diangkat dalam tulisan tersebut, sejarah Nusantara memperlihatkan bahwa masyarakat di kepulauan ini telah mengembangkan beragam pengetahuan, mulai dari pelayaran, pertanian, pengelolaan air, arsitektur, tata kehidupan sosial, hingga hubungan manusia dengan alam dan keyakinan spiritual.

Warisan tersebut, menurut penulis, tidak semestinya hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu. Di balik candi, prasasti, rumah adat, sistem irigasi, dan teknologi tradisional, terdapat pengalaman intelektual yang dapat dipelajari untuk menjawab persoalan masa kini.

Dari warisan budaya menuju warisan pemikiran

Dalam tulisan itu, MJP Hutagaol ’86 menyoroti pentingnya memahami nilai dan pengetahuan yang terkandung di balik kebudayaan Nusantara.

Sistem Subak di Bali, misalnya, dapat dikaji bukan hanya sebagai sistem pengairan tradisional, tetapi juga sebagai praktik pengelolaan sumber daya air yang melibatkan kerja sama masyarakat. Demikian pula tradisi pembuatan kapal Pinisi yang mencerminkan pengetahuan maritim, keterampilan teknis, serta pengalaman masyarakat dalam menghadapi kondisi alam.

Pendekatan tersebut mengarahkan perhatian pada pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana masyarakat Nusantara membangun pengetahuan, mengelola kehidupan bersama, memahami alam, dan menempatkan kekuasaan dalam kehidupan sosial?

Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi titik awal untuk melihat kebudayaan sebagai sumber pembelajaran dan pemikiran, bukan semata-mata sebagai simbol identitas.

Keterbukaan terhadap pemikiran dunia

Tulisan Lahirnya Mazhab Nusantara juga menggambarkan Nusantara sebagai ruang perjumpaan berbagai tradisi dan pemikiran.

Pengaruh Hindu-Buddha, perkembangan Islam, serta perjumpaan dengan pemikiran modern dari berbagai belahan dunia menjadi bagian dari perjalanan sejarah kawasan ini. Proses tersebut berlangsung melalui jalur perdagangan, pendidikan, dakwah, hubungan politik, dan berbagai bentuk interaksi sosial.

Dalam kerangka pemikiran penulis, perjumpaan tersebut memperlihatkan bahwa keterbukaan terhadap pengaruh luar tidak harus menghilangkan identitas bangsa.

Sebaliknya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menyaring, mengolah, dan mengembangkan berbagai pengetahuan sesuai dengan kebutuhan serta nilai-nilai yang dianggap penting.

Prinsip itu dirangkum dalam tahapan: menerima, memahami, menyaring, mengolah, dan melahirkan.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna gagasan dan teknologi dari luar negeri, tetapi juga mampu menghasilkan pengetahuan serta pemikiran yang memberikan kontribusi bagi masyarakat dunia.

Tjokroaminoto dan keragaman jalan pemikiran

Sebagai ilustrasi sejarah, tulisan tersebut mengangkat H.O.S. Tjokroaminoto dan lingkungan rumahnya di Surabaya yang menjadi salah satu ruang perjumpaan sejumlah tokoh pergerakan nasional.

Soekarno, Musso, dan Semaun dikenal pernah berada dalam lingkungan pendidikan dan pergerakan yang berkaitan dengan Tjokroaminoto. Dalam perjalanan berikutnya, mereka menempuh orientasi politik yang berbeda-beda.

Soekarno dikenal sebagai tokoh nasionalisme Indonesia, Musso sebagai tokoh komunisme, sedangkan Kartosuwiryo kemudian dikenal melalui perjuangan politik Islam dan Negara Islam Indonesia.

Perbedaan perjalanan tersebut perlu dipahami dalam konteks sejarah masing-masing tokoh. Mereka tidak dapat begitu saja dianggap memiliki pandangan yang sama hanya karena pernah berada dalam lingkungan pergerakan yang saling beririsan.

Tulisan ini menggunakan pengalaman sejarah tersebut untuk menegaskan satu gagasan: lingkungan pendidikan dan perjumpaan intelektual tidak selalu melahirkan keseragaman pemikiran.

Perbedaan dapat menjadi bagian dari dinamika sejarah, perdebatan gagasan, dan perkembangan politik suatu bangsa.

Adapun NASAKOM merupakan konsep politik yang dikembangkan Soekarno untuk mempertemukan nasionalisme, agama, dan komunisme. Konsep tersebut merupakan gagasan politik tersendiri dan tidak tepat disamakan dengan suatu pemikiran bersama yang lahir dari lingkungan Tjokroaminoto.

Budi sebagai landasan etika kemajuan

Salah satu pokok penting dalam gagasan Mazhab Nusantara adalah penempatan Budi sebagai landasan etika dalam penggunaan pengetahuan.

Dalam tulisan tersebut, Budi tidak hanya dimaknai sebagai kecerdasan atau keberanian, tetapi juga sebagai kemampuan menimbang kepatutan, keadilan, tanggung jawab, dan tujuan penggunaan ilmu pengetahuan.

Gagasan ini menjadi relevan ketika kemajuan teknologi berkembang semakin cepat. Kecerdasan buatan, pengolahan data, energi, dan teknologi strategis menawarkan peluang besar, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab, kemanusiaan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Karena itu, kemajuan suatu bangsa tidak cukup diukur dari penguasaan teknologi dan tingginya kemampuan intelektual. Perlu pula dipertimbangkan bagaimana pengetahuan digunakan, siapa yang memperoleh manfaat, serta bagaimana risiko dan dampaknya dikelola secara bertanggung jawab.

Dalam kerangka tersebut, Budi diposisikan sebagai kompas moral agar kemajuan tidak terlepas dari nilai kemanusiaan.

Mazhab Nusantara bukan ideologi baru

MJP Hutagaol ’86 menegaskan bahwa Mazhab Nusantara dalam tulisannya bukan dimaksudkan sebagai ideologi baru ataupun ajakan untuk menolak pemikiran dari luar.

Gagasan ini lebih diarahkan sebagai upaya membaca kembali pengalaman dan cara berpikir yang berkembang di Nusantara, kemudian menjadikannya bahan refleksi dalam membangun masa depan.

Pendekatan tersebut mengedepankan keterbukaan terhadap pengetahuan global sekaligus penghargaan terhadap akar kebudayaan sendiri.

Dengan demikian, Mazhab Nusantara dapat dipahami sebagai tawaran kerangka pemikiran yang masih memerlukan pendalaman, dialog, kajian sejarah, dan pengembangan konsep agar dapat diterapkan secara lebih konkret dalam kehidupan masyarakat.

Gagasan ini juga membuka ruang diskusi mengenai hubungan antara kebudayaan, ilmu pengetahuan, etika, pembangunan, dan teknologi.

Menjawab tantangan masa depan Indonesia

Perkembangan AI, persaingan penguasaan energi, mineral kritis, dan data menunjukkan bahwa pengetahuan semakin berperan dalam menentukan posisi suatu negara di tengah persaingan global.

Dalam situasi tersebut, Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan kapasitas riset, pendidikan, inovasi, penguasaan teknologi, dan kualitas sumber daya manusia.

Pada saat yang sama, kekayaan sejarah dan kebudayaan Nusantara dapat menjadi sumber pembelajaran dalam merumuskan pendekatan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Tantangannya adalah menghubungkan nilai-nilai tersebut dengan kebijakan, riset, pendidikan, dan inovasi yang terukur, tanpa terjebak pada romantisme masa lalu.

Tulisan Lahirnya Mazhab Nusantara menutup gagasannya dengan sebuah pertanyaan reflektif: apakah Nusantara hanya akan menjadi pasar teknologi dunia, atau mampu turut menjadi sumber pengetahuan dan gagasan bagi dunia?

Pertanyaan tersebut menjadi undangan untuk memperluas diskusi tentang peran Indonesia dalam perkembangan peradaban global.

Mazhab Nusantara, dalam kerangka pemikiran ini, mengajak bangsa Indonesia belajar dari dunia tanpa kehilangan akar, mengembangkan ilmu tanpa mengabaikan Budi, serta memanfaatkan teknologi tanpa melepaskan tanggung jawab kemanusiaan.

Perjalanan gagasan tersebut akan berlanjut dalam seri berikutnya.

BERSAMBUNG.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Rencana Pembentukan Desa Binaan Imigrasi Di Desa Telukawur

    Sosialisasi Rencana Pembentukan Desa Binaan Imigrasi Di Desa Telukawur

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 223
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jepara – Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Pati menggelar sosialisasi pembentukan Desa Binaan Imigrasi di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Teluk Awur ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak imigrasi dalam pengawasan keimigrasian serta pencegahan tindak […]

  • FKKPBM DPC Jakarta Pusat Salurkan Bantuan Karpet Shalat untuk Mushalla Al-Fajri Korban Kebakaran di Kemayoran photo_camera 4

    FKKPBM DPC Jakarta Pusat Salurkan Bantuan Karpet Shalat untuk Mushalla Al-Fajri Korban Kebakaran di Kemayoran

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Busrial
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta Pusat – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak musibah kebakaran, Forum Komunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah (FKKPBM) DPC Jakarta Pusat menyalurkan bantuan berupa karpet shalat kepada Mushalla Al-Fajri yang berada di RT 013/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Bantuan tersebut diberikan menyusul peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu, senin […]

  • Reformasi Birokrasi Sumbar Terus Meningkat Dalam Lima Tahun Terakhir, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kerja Bersama ASN

    Reformasi Birokrasi Sumbar Terus Meningkat Dalam Lima Tahun Terakhir, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kerja Bersama ASN

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Wajidi Adiansyah
    • visibility 190
    • 0Komentar

    PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali mencatatkan peningkatan kinerja Reformasi Birokrasi (RB) secara konsisten. Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Pemprov Sumbar meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tahun 2025 sebesar 89,32 dengan predikat A-. Capaian tersebut tertuang dalam Surat Kementerian PANRB Nomor B/318/RB.06/2026 tentang Hasil Evaluasi Pelaksanaan Reformasi […]

  • Perkuat Soliditas TNI – Polri, Kapolda Kalbar Silaturahmi Kepada Pangdam XII/Tanjungpura photo_camera 5

    Perkuat Soliditas TNI – Polri, Kapolda Kalbar Silaturahmi Kepada Pangdam XII/Tanjungpura

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., melaksanakan silaturahmi dengan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si. di Markas Kodam XII/Tanjungpura, Pontianak, Selasa (14/7). Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas […]

  • Curhat Kamtibmas, Polda Kalbar Hadir Lebih Dekat untuk Mendengar Aspirasi Masyarakat

    Curhat Kamtibmas, Polda Kalbar Hadir Lebih Dekat untuk Mendengar Aspirasi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Polda Kalbar terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Curhat Kamtibmas dan Makan Gratis bersama masyarakat serta berbagai komunitas di Taman Akcaya, Kota Pontianak, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditbinmas Polda Kalbar ini menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, serta membahas berbagai persoalan keamanan […]

  • Mewakili  Kapolres Ketapang, Waka Polres Ketapang Hadiri Grand Opening Teduh Coffee & Eatery di Kecamatan Delta Pawan photo_camera 2

    Mewakili Kapolres Ketapang, Waka Polres Ketapang Hadiri Grand Opening Teduh Coffee & Eatery di Kecamatan Delta Pawan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Mewakili Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR, Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Grand Opening Teduh Coffee & Eatery yang berlokasi di Jalan KH. Mansyur, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Sabtu pagi (06/06/2026). Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., […]

expand_less