Foundation Warfare: Ketika Energi, Data, dan Persepsi Menjadi Medan Pertarungan Baru Dunia Abad ke-21
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 361
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rusia, Amerika Serikat, dan China dalam Persaingan Tiga Pilar
Dalam pilar energi, Rusia masih menjadi salah satu pemain utama dunia berkat cadangan minyak, gas alam, uranium, dan sumber daya strategis lainnya.
Sementara itu, Amerika Serikat mendominasi pilar data dan persepsi melalui perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, Apple, Meta, Amazon, hingga OpenAI yang mengelola data miliaran pengguna di seluruh dunia.
Di sisi lain, China dinilai tengah membangun ketiga pilar secara bersamaan melalui investasi besar-besaran di sektor manufaktur, kecerdasan buatan, semikonduktor, telekomunikasi, kendaraan listrik, dan ketahanan energi.
“Persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China saat ini bukan lagi sekadar perang dagang, tetapi semakin mengarah pada perebutan fondasi peradaban masa depan,” ungkap Hutagaol.
Taiwan, Israel, dan Singapura Jadi Referensi Strategis
Hutagaol menempatkan Taiwan sebagai simpul penting dalam ekosistem semikonduktor dunia yang menopang infrastruktur digital global.
Israel disebut sebagai contoh negara yang berhasil mengubah keterbatasan geografis menjadi keunggulan strategis melalui investasi pada teknologi, keamanan siber, intelijen, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia.
Sementara Singapura menjadi bukti bahwa negara dengan wilayah kecil dan minim sumber daya alam tetap mampu membangun pengaruh global melalui tata kelola pemerintahan yang visioner, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan talenta.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar