LAMI Berhasil Membantu Oyon Keluar dari Penderitaan, Bupati dan Warga Beri Penghargaan
- account_circle Muhammad Yaman
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- visibility 371
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Pariaman – Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, seringkali kita diingatkan kembali akan nilai-nilai kemanusiaan yang paling utama, yaitu rasa belas kasihan dan tanggung jawab untuk saling menolong. Hal inilah yang terjadi pada Oyon, pria berusia 52 tahun yang hidup dalam kesepian dan penderitaan, hingga akhirnya mendapatkan pertolongan dari Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia atau LAMI.
Oyon, yang sering dipanggil dengan nama panggilan Pijai, dulunya dikenal sebagai sosok yang tampan dan memiliki pekerjaan tetap sebagai sopir. Namun, hidupnya berubah drastis ketika ia mengalami kekecewaan yang sangat mendalam. Cinta yang ia harapkan berjalan lancar justru ditolak oleh orang yang dicintainya. Peristiwa ini menjadi titik balik yang merusak kondisi batinnya, sehingga perilakunya mulai berubah secara signifikan dan akhirnya terindikasi mengalami gangguan jiwa.
Keadaan Oyon semakin memburuk karena kurangnya perhatian dari keluarganya. Ia memilih hidup terpisah, berjalan sendirian di kampung halaman, dan tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Bahkan untuk makan pun ia hanya mengandalkan sisa-sisa makanan, sehingga hidupnya dipenuhi dengan keterbatasan dan kesusahan. Penampilannya yang tidak terawat dan berantakan seringkali menjadi perhatian warga, bahkan ada yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan keberadaannya.
Namun di balik pandangan yang mungkin merendahkan, rasa kemanusiaan akhirnya muncul di hati masyarakat. Orang-orang yang melihat penderitaan Oyon mulai merasa kasihan, dan rasa prihatin itu mendorong mereka untuk melakukan sesuatu, meskipun pada awalnya hanya berupa perasaan yang tidak bisa diabaikan.
Melihat kondisi Oyon yang semakin memburuk, LAMI akhirnya turun tangan untuk memberikan bantuan. Tindakan ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan bentuk tanggung jawab sosial yang dijalankan sebagai wujud kepedulian kepada sesama dan juga sebagai pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.



Jurnalis : Muhammad Yaman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar