Foundation Warfare: Ketika Energi, Data, dan Persepsi Menjadi Medan Pertarungan Baru Dunia Abad ke-21
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 358
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Persaingan global pada abad ke-21 tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kekuatan militer, penguasaan wilayah, atau sumber daya alam. Kini, dunia memasuki era baru yang ditandai oleh perebutan fondasi utama peradaban modern, yakni energi, data, dan persepsi.
Konsep tersebut diperkenalkan oleh Brigadir Jenderal TNI (Purn.) M.J.P. Hutagaol melalui kajian strategis berjudul Foundation Warfare in the 21st Century yang dirilis di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dalam pemikirannya, Hutagaol menjelaskan bahwa ketiga elemen tersebut telah menjadi pilar utama yang menentukan pengaruh negara, korporasi, bahkan individu dalam percaturan global saat ini.
“Yang diperebutkan saat ini bukan lagi sekadar wilayah, jalur perdagangan, atau sumber daya alam. Yang diperebutkan adalah fondasi yang menopang peradaban modern itu sendiri, yakni Energi, Data, dan Persepsi,” tulis Hutagaol dalam kajiannya.
Evolusi Perang dan Perebutan Fondasi Peradaban
Menurut Hutagaol, bentuk persaingan dan konflik terus mengalami evolusi sepanjang sejarah. Kerajaan-kerajaan kuno berperang untuk memperluas wilayah, sementara era kolonial ditandai oleh perebutan jalur perdagangan strategis.
Memasuki Revolusi Industri, fokus bergeser pada kapasitas produksi dan penguasaan teknologi. Pada abad ke-20, kompetisi global banyak ditentukan oleh penguasaan sumber energi, terutama minyak dan gas bumi.
Kini, dunia memasuki fase baru yang disebut Hutagaol sebagai Foundation Warfare. Dalam kerangka tersebut, energi berperan menggerakkan ekonomi dan kehidupan masyarakat, data menjadi sumber pengetahuan dan pengambilan keputusan, sedangkan persepsi membentuk opini publik, legitimasi, perilaku sosial, dan pengaruh politik.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar