Dari Paris Hingga Merauke, Mencari Benang Merah Kedaulatan Indonesia di Tengah Perubahan Dunia
- account_circle Suwoto
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 476
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Diplomasi dan Ruang Gerak Strategis Indonesia
Dalam tulisannya, Hutagaol menyoroti diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang menjangkau berbagai pusat kekuatan dunia, termasuk kunjungan kenegaraan ke Prancis dan pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Paris pada Mei 2026.
Kerja sama yang dibahas tidak hanya mencakup sektor pertahanan, tetapi juga pendidikan tinggi, riset, teknologi, energi, pertanian, mineral kritis, serta industri masa depan.
Menurutnya, arah diplomasi tersebut memiliki benang merah dengan berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan di dalam negeri.
Pangan sebagai Fondasi Kedaulatan
Hutagaol menilai ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan nasional. Karena itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan sektor pertanian, serta pengembangan kawasan pangan strategis seperti Merauke harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia juga menyoroti peran Agrinas yang diarahkan untuk mendukung hilirisasi pangan, riset pertanian, pengembangan protein nasional, serta integrasi sektor pangan dari hulu hingga hilir.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar