Dari Paris Hingga Merauke, Mencari Benang Merah Kedaulatan Indonesia di Tengah Perubahan Dunia
- account_circle Suwoto
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 472
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Di tengah perubahan geopolitik, persaingan teknologi global, krisis pangan, hingga perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Indonesia dinilai tengah berupaya membangun fondasi kedaulatan nasional yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan abad ke-21.
Pandangan tersebut disampaikan Brigjen Purn. MJP Hutagaol ’86 dalam tulisannya berjudul “Dari Paris Hingga Merauke: Mencari Benang Merah Kedaulatan Indonesia di Tengah Perubahan Dunia” yang diterbitkan pada 1 Juni 2026.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang saat ini dijalankan pemerintah, mulai dari diplomasi internasional, pembangunan sektor pangan, hilirisasi sumber daya alam, penguatan koperasi desa, pengembangan teknologi hingga investasi strategis nasional, sesungguhnya memiliki keterkaitan dalam membangun fondasi kedaulatan Indonesia.
“Dunia saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau sumber daya alam semata. Persaingan global kini mencakup energi, pangan, data, teknologi, kecerdasan buatan, hingga penguasaan rantai pasok strategis,” tulis Hutagaol.
Ia menjelaskan, perang modern tidak selalu hadir dalam bentuk konflik bersenjata. Ancaman dapat muncul melalui krisis energi, gangguan pangan, dominasi teknologi asing, penguasaan data, hingga manipulasi persepsi publik melalui ruang digital.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar