Bakom Bukan Sekadar Corong Pemerintah, Memasuki Era Komunikasi Dua Arah
- account_circle Suwoto
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- visibility 145
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ujian bagi Bakom
Penunjukan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom dinilai membuka babak baru bagi lembaga tersebut. Namun, keberhasilan Bakom tidak hanya ditentukan oleh latar belakang personal pimpinan, melainkan bagaimana kemampuan komunikasi diterjemahkan menjadi mekanisme yang efektif, terbuka terhadap masukan dan tetap berlandaskan konstitusi serta ketentuan hukum.
Hutagaol menilai Bakom akan menghadapi ujian lebih besar daripada sekadar menjadi penyampai program pemerintah.
Jika komunikasi hanya berisi publikasi keberhasilan, Bakom berpotensi dipersepsikan sebagai kanal satu arah. Sebaliknya, apabila mampu menjelaskan kebijakan dengan bahasa sederhana, membaca persepsi publik, memahami kritik, mengidentifikasi kesalahpahaman dan membawa umpan balik kepada pengambil kebijakan, Bakom dapat menjalankan fungsi yang lebih strategis.
Menurut Hutagaol, keberhasilan Bakom juga tidak cukup diukur dari jumlah pemberitaan atau tingkat viralnya suatu pesan. Ukuran yang lebih substantif adalah sejauh mana masyarakat memahami kebijakan pemerintah dan sejauh mana pemerintah memperoleh gambaran mengenai respons masyarakat.
Dengan demikian, komunikasi pemerintah tidak berhenti pada publikasi informasi, tetapi menjadi bagian dari proses membangun pemahaman antara negara dan masyarakat.
Pemerintah yang mampu berbicara menghasilkan informasi. Pemerintah yang mampu mendengar menghasilkan pemahaman.
Dalam konteks tersebut, Bakom diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan rakyat serta berkontribusi dalam memperkuat kepercayaan dan persatuan nasional.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar