Bakom Bukan Sekadar Corong Pemerintah, Memasuki Era Komunikasi Dua Arah
- account_circle Suwoto
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta — Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom dan Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 106/P Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya komunikasi pemerintah sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat persatuan nasional.
Namun, menurut Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol, pembahasan mengenai Bakom tidak semestinya hanya berfokus pada siapa yang menduduki jabatan pimpinan. Hal yang lebih penting adalah memahami kebutuhan lembaga komunikasi pemerintah di tengah keberadaan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurut Hutagaol, perubahan utama terjadi pada ekosistem informasi. Pemerintah kini tidak hanya berhadapan dengan media massa konvensional, tetapi juga media sosial, mesin pencari, algoritma, platform digital hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dari Departemen Penerangan ke Era Digital
Sejarah komunikasi pemerintah menunjukkan bahwa kebutuhan negara untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat bukan hal baru. Sejak 1966, Departemen Penerangan memiliki fungsi yang antara lain berkaitan dengan dukungan, kontrol dan partisipasi sosial terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah serta menjalankan fungsi juru bicara pemerintah.
Dalam perkembangannya, sistem komunikasi pemerintah mengalami berbagai perubahan hingga memasuki era Reformasi dan berkembang menjadi struktur kelembagaan yang kini menangani komunikasi dan digital.
Karena itu, Hutagaol menilai Bakom tidak tepat dipahami sekadar sebagai kembalinya Departemen Penerangan. Menurutnya, yang berubah adalah lingkungan komunikasi tempat pemerintah menyampaikan kebijakan kepada masyarakat.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar