Arsitektur Peradaban Cahaya: Refleksi Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol tentang Ilmu, Teknologi, dan Kebijaksanaan
- account_circle Suwoto
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- visibility 257
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kemajuan Teknologi Harus Disertai Kebijaksanaan
Dalam refleksinya, MJP Hutagaol mengulas berbagai pencapaian manusia sepanjang sejarah, mulai dari pembangunan kota dan infrastruktur, perpustakaan, teknologi komunikasi, satelit, hingga perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Namun, menurutnya, setiap kemajuan selalu membawa konsekuensi etis.
Ia mengajak pembaca merenungkan apakah ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk memuliakan kehidupan atau justru menjadi sarana untuk mendominasi dan menguasai.
MJP Hutagaol menegaskan bahwa ilmu pengetahuan mampu memperluas wawasan manusia dan teknologi mempercepat berbagai aktivitas. Meski demikian, kebijaksanaan tetap menjadi kompas utama dalam menentukan arah pemanfaatannya.
Tanpa kebijaksanaan dan pertimbangan moral, lanjutnya, kemajuan teknologi berpotensi kehilangan orientasi kemanusiaan.
Belajar dari Keseimbangan Alam
Refleksi tersebut juga mengangkat hubungan manusia dengan lingkungan hidup. Sungai, hutan, dan berbagai unsur alam digambarkan sebagai bagian dari ekosistem yang saling menopang dan menjaga keberlangsungan kehidupan.
Menurut MJP Hutagaol, manusia dapat belajar dari alam bahwa kehidupan memerlukan kerja sama, keseimbangan, serta kesadaran terhadap dampak dari setiap tindakan yang dilakukan.
Dalam pandangannya, peradaban bukanlah perlombaan menjadi yang paling kuat, melainkan kemampuan menjaga harmoni antara ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, hak dan kewajiban, kebebasan dan tanggung jawab, serta hubungan manusia dengan alam dan generasi yang akan datang.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar