Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Pengetahuan Nusantara Tak Selalu Hidup dalam Buku, tetapi Juga dalam Tutur dan Keterampilan

Pengetahuan Nusantara Tak Selalu Hidup dalam Buku, tetapi Juga dalam Tutur dan Keterampilan

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Pengetahuan dalam sebuah peradaban tidak selalu tersimpan dalam buku, manuskrip, maupun perpustakaan. Sebagian pengetahuan justru bertahan melalui ingatan, keterampilan, pengalaman, tradisi lisan, serta praktik kehidupan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Gagasan tersebut menjadi pokok pembahasan Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 4 berjudul “Ketika Pengetahuan Hidup Tanpa Buku: Dari Tutur, Keterampilan, Alam, hingga Laku Kehidupan”, yang ditulis Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Dalam seri tersebut, Hutagaol mengajak pembaca melihat pengetahuan Nusantara secara lebih luas. Sebelum tradisi tulis berkembang, masyarakat telah membangun pengetahuan melalui pengamatan terhadap alam, antara lain langit, laut, angin, air, tanah, tumbuhan, hewan, dan perubahan musim.

Pengetahuan itu tidak selalu berbentuk teori tertulis. Sebagian melekat dalam pengalaman dan keterampilan manusia. Salah satu contohnya adalah pembuatan perahu yang membutuhkan pemahaman mengenai jenis kayu, bentuk lambung, sambungan, keseimbangan, hingga karakteristik laut.

Kemampuan tersebut banyak diperoleh melalui latihan dan pengalaman. Dalam kajian pengetahuan modern, kondisi semacam itu dikenal sebagai tacit knowledge, yakni pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman dan keterampilan serta tidak selalu mudah dijelaskan sepenuhnya dengan kata-kata.

Alam sebagai Ruang Belajar

Masyarakat maritim dan agraris juga menunjukkan bagaimana alam menjadi ruang pembelajaran. Pelaut, misalnya, dituntut mampu membaca arah angin, arus, gelombang, awan, bintang, musim, serta kondisi garis pantai.

Sementara itu, petani mengamati hujan, kelembapan, kondisi tanah, air, tanaman, serangga, angin, dan perubahan musim untuk menentukan langkah dalam kegiatan pertanian.

Namun, pengetahuan yang diwariskan dari masa lalu tidak selalu dapat diterapkan secara sama pada kondisi saat ini. Perubahan iklim, lingkungan, teknologi, tanaman, dan pola kehidupan membuat pengetahuan tradisional perlu terus diperiksa dan disesuaikan.

Kearifan Lokal Perlu Dikaji

Hutagaol juga memberikan catatan mengenai istilah kearifan lokal. Menurut kerangka yang dibahas, sesuatu tidak semestinya dianggap benar hanya karena merupakan warisan leluhur.

Pengetahuan lokal dapat mengandung hal yang tepat, tetapi juga dapat mengalami perubahan, kehilangan, maupun kekeliruan. Karena itu, warisan pengetahuan perlu ditelaah dengan melihat apa yang diwariskan, bagaimana mekanisme pewarisannya, apa dampaknya, serta bukti yang mendukungnya.

Tradisi lisan seperti petuah, hikayat, legenda, nyanyian, genealogi, cerita perjalanan, dan pantangan dapat menjadi sumber penting untuk memahami ingatan masyarakat. Meski demikian, tradisi lisan tidak otomatis dapat diposisikan sebagai bukti sejarah.

Untuk memperoleh pemahaman yang lebih kuat, tradisi lisan dapat dibandingkan dengan naskah, prasasti, data arkeologi, kajian linguistik, bukti lingkungan, dan sumber sejarah lainnya.

Pengetahuan Dapat Hilang

Pewarisan pengetahuan juga berlangsung melalui proses belajar langsung. Melihat, mengikuti, mencoba, melakukan kesalahan, memperbaiki, dan mengulangi menjadi bagian dari proses seseorang menguasai keterampilan.

Pengetahuan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi kebiasaan, ingatan motorik, kepekaan indera, serta kemampuan mengenali pola.

Hutagaol juga menyoroti risiko hilangnya pengetahuan ketika rantai pewarisan terputus. Seorang ahli yang meninggal tanpa penerus, perubahan bahasa, lingkungan, profesi, teknologi, maupun pola kehidupan dapat menyebabkan keterampilan tertentu ikut menghilang.

Karena itu, keberlanjutan pengetahuan tidak hanya bergantung pada isi pengetahuan, tetapi juga pada keberadaan pewaris, lembaga, kebutuhan, dan lingkungan yang mendukungnya.

Pada akhirnya, Seri 4 menekankan bahwa melestarikan warisan pengetahuan bukan berarti membekukan masyarakat agar hidup seperti masa lalu. Pengetahuan perlu didokumentasikan, dipahami, dibandingkan, dan diuji sepanjang memungkinkan.

Pengetahuan yang masih relevan dapat dipertahankan dan dikembangkan, sedangkan hal yang terbukti keliru atau tidak lagi sesuai dapat dikoreksi.

Seri ini sekaligus mengantarkan pembaca pada pembahasan berikutnya, Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 5: “Ketika Rasa Menjadi Sumber Pertanyaan”, yang akan membahas hubungan antara pengalaman manusia, intuisi, tafsir, kepercayaan, data, dan pembuktian.

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 29 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Papua Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 photo_camera 5

    Polda Papua Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Supardi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Manokwari – Kepolisian Daerah Papua Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda Papua Barat, Senin (1/6/2026). Kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Upacara tersebut dipimpin oleh Irwasda Polda Papua Barat Kombes Pol. Subandi, S.I.K., M.H., selaku […]

  • Sorotan Pemberitaan BBM di Jepara, Verifikasi dan Bukti Menjadi Kunci

    Sorotan Pemberitaan BBM di Jepara, Verifikasi dan Bukti Menjadi Kunci

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jepara — Beredarnya informasi yang menyoroti dugaan praktik penyaluran atau perdagangan BBM ilegal di wilayah Jepara menjadi perhatian publik. Namun, setiap tuduhan yang menyangkut individu maupun institusi perlu disertai data, bukti, serta konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan. Dalam informasi yang beredar, terdapat penyebutan nama Narso dan lokasi SPBN Kedung Malang. Akan tetapi, dalam […]

  • Peduli Dampak Kabut Asap Karhutla, Sidokkes Polres Ketapang Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

    Peduli Dampak Kabut Asap Karhutla, Sidokkes Polres Ketapang Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sidokkes Polres Ketapang melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada pengguna jalan di Simpang Empat Polres Ketapang, Kegiatan ini dilakukan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap dan debu yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan, Kamis (15/10/2026).. Kapolres Ketapang […]

  • Pastikan Beras Aman dan Terjangkau, Satgas Pangan Polres Jakbar Monitoring Pasar Tradisional hingga Retail Modern

    Pastikan Beras Aman dan Terjangkau, Satgas Pangan Polres Jakbar Monitoring Pasar Tradisional hingga Retail Modern

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Agus Suprianto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Barat – Polres Metro Jakarta Barat melalui Satgas Pangan bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap harga, ketersediaan, dan mutu beras di wilayah Jakarta Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar serta mencegah adanya praktik penimbunan maupun permainan harga. Pengecekan dilaksanakan pada Jumat […]

  • Reformasi Tata Kelola Agraria Dinilai Jadi Fondasi Keadilan dan Kesejahteraan Menuju Indonesia Emas 2045

    Reformasi Tata Kelola Agraria Dinilai Jadi Fondasi Keadilan dan Kesejahteraan Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Reformasi tata kelola agraria dan pertanahan dinilai menjadi salah satu agenda strategis nasional dalam mewujudkan keadilan sosial, pemerataan kesejahteraan, ketahanan pangan, serta penguatan kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut tertuang dalam naskah pemikiran berjudul “Reformasi Tata Kelola Agraria dan Pertanahan Indonesia: Membangun Fondasi Keadilan, Kesejahteraan, Ketahanan Nasional, dan Kedaulatan Bangsa” yang […]

  • Putra Talaud Harbo Angkat Bicara: Jangan Biarkan Talaud Dari Tinonda Hingga Napombaru Hancur Hanya Karena Ambisi Segelintir Orang Yang Gila Jabatan

    Putra Talaud Harbo Angkat Bicara: Jangan Biarkan Talaud Dari Tinonda Hingga Napombaru Hancur Hanya Karena Ambisi Segelintir Orang Yang Gila Jabatan

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Amir Pontoh
    • visibility 121
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Sulut – Putra Talaud, Haryono [ Harbo ] Sekaligus wakil Ketua Asosiasi BPD Nasional ABPEDNAS menyampaikan seruan keras kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud agar tidak membiarkan masa depan daerah dikorbankan hanya karena kepentingan politik, perebutan kekuasaan, dan ambisi jabatan segelintir orang. Minggu 25/10/2026. Menurut Haryono sebagai wakil Ketua Asosiasi BPD Nasional […]

expand_less