PERTAHANAN INDONESIA ABAD KE-21: Perang Fondasi Menjadi Medan Perebutan Strategis Global
- account_circle Suwoto
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- visibility 538
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Dinamika persaingan global pada abad ke-21 tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer dan penguasaan wilayah. Persaingan antarnegara kini semakin bergeser pada perebutan fondasi-fondasi strategis yang menopang keberlangsungan sebuah bangsa.
Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan berjudul “Pertahanan Indonesia Abad ke-21: Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Evolusi Strategi Pertahanan Nasional” Bagian IV, yang diterbitkan di Jakarta, 27 Juni 2026.
Dalam pemaparannya, MJP Hutagaol menjelaskan bahwa konsep “Perang Fondasi” merupakan formulasi pemikiran untuk menggambarkan bagaimana persaingan global modern berlangsung secara terus-menerus dalam memperebutkan fondasi-fondasi strategis bangsa.
Menurutnya, fondasi tersebut tidak hanya berupa sumber daya alam, tetapi juga energi, data strategis, teknologi, ruang informasi, sistem ekonomi, kualitas sumber daya manusia, legitimasi negara, kepercayaan publik, hingga kemampuan bangsa beradaptasi terhadap perubahan global.
“Pada abad ke-21, kemenangan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang mampu menguasai wilayah atau menghancurkan kekuatan militer lawan, tetapi oleh siapa yang mampu menguasai, melindungi, dan mengembangkan fondasi strategis bangsanya,” tulis MJP Hutagaol.
Energi dan Mineral Strategis
Tulisan tersebut menegaskan bahwa energi merupakan penggerak utama seluruh sistem kehidupan modern. Ketahanan energi dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan kekuatan nasional.
Selain energi, tambang dan mineral strategis seperti nikel, litium, kobalt, tembaga, serta rare earth elements juga disebut memiliki peran penting dalam mendukung industri teknologi tinggi, termasuk sektor pertahanan.
Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi strategisnya. Namun, penguasaan teknologi, riset, inovasi, dan hilirisasi industri menjadi kunci agar kekayaan tersebut benar-benar memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar