PERTAHANAN INDONESIA ABAD KE-21: Perang Fondasi Menjadi Medan Perebutan Strategis Global
- account_circle Suwoto
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- visibility 539
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Data Menjadi Sumber Kekuatan Baru
MJP Hutagaol juga menyoroti perkembangan data sebagai sumber kekuatan strategis baru. Menurutnya, data telah berkembang menjadi aset yang sangat menentukan dalam bidang ekonomi, pemerintahan, teknologi, hingga pertahanan negara.
Kemampuan mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan memanfaatkan data secara tepat diyakini akan memberikan keunggulan strategis dalam pengambilan keputusan.
“Data bukan hanya kumpulan informasi, tetapi telah menjadi fondasi kekuatan nasional di era digital,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, keamanan siber, pembangunan pusat data nasional, pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta peningkatan literasi digital masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.
Satelit, Intelijen dan Gerilya Baru
Lebih lanjut, tulisan tersebut mengulas perkembangan satelit, sistem intelijen, drone, dan kecerdasan buatan yang telah mengubah wajah peperangan modern.
Menurut MJP Hutagaol, kekuatan militer saat ini tidak hanya diukur dari jumlah alutsista, tetapi juga dari kemampuan memperoleh informasi lebih cepat, memahami situasi secara akurat, dan mengambil keputusan secara tepat.
Ia memperkenalkan konsep “Gerilya Baru” sebagai pengembangan strategi perjuangan yang tidak lagi terbatas pada ruang fisik, tetapi juga mencakup ruang siber, ruang informasi, pusat data, laboratorium riset, hingga ruang angkasa.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar